BI Akui Transaksi Uang Tunai Berkurang Seiring Munculnya QRIS
Pramesti Regita Cindy
24 September 2026 16:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengakui pertumbuha transaksi menggunakan uang kartal, berupa uang kertas dan uang logam mulai melambat seiring berkembangnya transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
"Kalau kita lihat memang masih tumbuh (transaksi uang kartal) tapi mulai terus melambat," ujar Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti di sela-sela agenda Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (Fekdi) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Kendati demikian, Destry menegaskan bank sentral tetap berupaya menyediakan uang tunai di seluruh wilayah Indonesia, terutama wilayah yang sulit masih membutuhkan uang tunai karena kesulitan memperoleh akses teknologi pembayaran digital.
"Indonesia kan sangat luas, wilayah pulau-pulau, ada daerah terdepan, terluar. Tentu mereka juga masih butuh uang tunai," kata Destry.
Dia menilai sampai saat ini masih terhadap wilayah blankspot yang tidak memiliki akses teknologi informasi. Menurut dia, hal ini menjadi pekerjaan rumah para pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah.































