Logo Bloomberg Technoz

KONSUMSI ENERGI

ESI: Ekspansi Data Center RI Tak Boleh Usik Hak Listrik Publik

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 September 2026 10:30

Hyperscale Data Center NeutraDC di Cikarang. (dok: Telkom)
Hyperscale Data Center NeutraDC di Cikarang. (dok: Telkom)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Managing Director Energy Shift Institute (ESI) Putra Adhiguna mengingatkan agar rencana ekspansi pusat data (data center) di Indonesia tidak sampai mengurangi keandalan pasokan listrik untuk masyarakat.

Peringatan tersebut mengemuka seiring dengan langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang mendorong pengembangan industri pusat data di Tanah Air.

“Ini penting diawasi bahwa ekspansi data center yang mau dibawa Menteri Bahlil tidak menjadi beban bagi publik. Jangan sampai keandalan listrik masyarakat berkurang di tengah fokus ke pasar premium itu,” ungkap Putra saat dihubungi Bloomberg Technoz, Kamis (24/9/2026). 


Putra menjelaskan listrik merupakan komponen biaya terbesar dalam operasional pusat data. Dalam struktur biaya operasional pusat data, komponen listrik diperkirakan menyerap 40% hingga 50% dari total pengeluaran operasional. 

GMV Ekonomi Digital Indonesia 2023-2030. Sumber: Data Center Map (per 1 Juli 2026). Diolah: Bloomberg Businessweek Indonesia

Konsumsi Masif