BI Rate Ditahan, Jalur Non-Suku Bunga Tetap Jadi Pilihan
Dian Sari Pertiwi
23 September 2026 17:05

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi September yang hasilnya diumumkan hari ini, Rabu (23/9/2026).
Keputusan itu ditempuh BI setelah mempertimbangkan bahwa kondisi fundamental domestik sebenarnya dalam posisi cukup aman. Inflasi masih terjaga 2,9% yoy, di bawah sasaran target 3,5%, menunjukkan tekanan harga masih relatif terkendali.
Di sisi eksternal, cadangan devisa sebesar US$146,5 miliar juga masih memadai untuk membiayai sekitar 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri.
Namun, BI tak memungkiri bahwa prospek perekonomian global belum kuat, disertai adanya ketidakpastian di pasar keuangan global, termasuk meningkatnya tensi perang di Timur Tengah yang mengerek harga minyak.
"Pertumbuhan ekonomi global 2026 diperkirakan masih lemah sekitar 3%, dan diikuti tekanan inflasi yang menigkat menjadi sekitar 4%," kata Destry Damayanti, Gubernur BI, dalam konferensi pers usai RDG.




























