Logo Bloomberg Technoz

BURSA MINERAL

4 Catatan Ihwal BMKS: Biaya Kepatuhan hingga Likuiditas Transaksi

Sabrina Mulia Rhamadanty
24 September 2026 10:50

Seorang pria berdiri di dekat layar yang menampilkan harga minyak mentah di Tokyo Commodity Exchange Inc. (Tocom) di Tokyo, Jepang./Bloomberg-Akio Kon
Seorang pria berdiri di dekat layar yang menampilkan harga minyak mentah di Tokyo Commodity Exchange Inc. (Tocom) di Tokyo, Jepang./Bloomberg-Akio Kon

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy Hartono menilai kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia di pasar internasional.

Langkah ini diproyeksikan membuat Indonesia bertransformasi dari sekadar penerima harga (price taker) menjadi penentu harga (price setter) komoditas mineral strategis.

“BMKS ini dapat menjadi upaya untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia karena harga komoditas tambang diharapkan tidak lagi terlalu full bergantung pada bursa harga luar negeri,” kata Sudirman kepada Bloomberg Technoz, Kamis (24/9/2026).


Meskipun memiliki potensi besar, Sudirman memberikan empat catatan kritis terkait tantangan teknis dan operasional yang dapat menghambat keberhasilan pembentukan BMKS. 

Batu bara dimuat ke kapal kargo di lepas pantai Muara Berau, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Pengalihan Transaksi