Logo Bloomberg Technoz

Pergerakan Masyarakat Nataru 2026/2027 Diproyeksi Tembus 120 Juta

Redaksi
08 November 2026 14:32

Pemudik antre pemeriksaan tiket KA Jarak Jauh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemudik antre pemeriksaan tiket KA Jarak Jauh di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (16/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah memperkirakan pergerakan masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 mencapai sekitar 120 juta orang. Proyeksi tersebut meningkat dibandingkan pergerakan masyarakat pada periode sebelumnya yang mencapai sekitar 110 juta orang pada 2025.

Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan jumlah pergerakan masyarakat pada periode Nataru terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman maupun tempat wisata tercatat sekitar 104 juta orang.

"2024, sekitar 104 juta masyarakat yang melaksanakan kegiatan pulang atau ke kampung halaman dan ke tempat wisata. Karena tahun 2025 itu naik 110. Nah sekarang di 2026-2027 diperkirakan hasil survei kita ada sekitar 120 juta masyarakat yang akan melaksanakan pulang kampung dalam rangka Nataru dan pergerakan ke tempat-tempat wisata," ujar Suntana dalam acara peluncuran stimulus ekonomi transportasi Nataru di Jakarta, Minggu (8/11/2026).


Dengan proyeksi tersebut, terjadi kenaikan pergerakan masyarakat pada Nataru tahun ini sekitar 9,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jika dibandingkan dengan 2024, proyeksi pergerakan masyarakat meningkat sekitar 15,4%.

Peningkatan mobilitas tersebut mencakup perjalanan masyarakat menuju kampung halaman maupun destinasi wisata selama periode libur akhir tahun. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah dalam menyiapkan kapasitas dan keselamatan transportasi di tengah potensi peningkatan permintaan perjalanan.