Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) telah menyerukan percepatan pemulihan operasi tambang-tambang yang sempat ditangguhkan pasca-kecelakaan di Shanxi—termasuk mengizinkan operasi berisiko rendah untuk beroperasi kembali—seiring upaya pihak berwenang untuk mengamankan pasokan batu bara.
"Pasokan batu bara kokas Shanxi diperkirakan akan pulih secara stabil pada kuartal keempat, menyusul perubahan regulasi, tetapi normalisasi penuh kemungkinan akan tertunda hingga paruh pertama tahun 2027," ungkap analis BI, termasuk Ortis Fan, dalam catatan pekan ini.
Prospek peningkatan produksi, ditambah dengan margin keuntungan yang rendah di pabrik baja pengguna batu bara kokas, telah turut menekan harga ke level lebih rendah.
"Pada September, hanya sekitar 7% pabrik baja yang beroperasi dengan mencetak laba, dan kemampuan mereka untuk menyerap harga batu bara kokas yang terus tinggi telah mencapai titik kritis," ujar Simon Wu, konsultan senior Wood Mackenzie Ltd.
Meski demikian, pengoperasian kembali tambang sejauh ini masih berjalan lambat. Survei Mysteel pada 16 September menemukan bahwa 75 tambang batu bara kokas di seluruh Provinsi Shanxi masih ditutup, mencakup kapasitas tahunan sebesar hampir 73 juta ton.
Shanxi merupakan pusat produksi terbesar di China untuk segala jenis batu bara, dan harga spot jenis batu bara yang digunakan pembangkit listrik—porsi terbesar dari total pasokan—mendekati level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Kontrak berjangka batu bara kokas di Dalian, yang ditutup di level 1.729 yuan per ton pada 31 Agustus—level tertinggi dalam lebih dari dua tahun—sejak itu turun 12% menjadi 1.523,50 yuan.
Kontrak berjangka bijih besi, bahan baku utama baja, di Singapura terakhir diperdagangkan sedikit lebih tinggi di level US$96,55 per ton.
(bbn)































