Logo Bloomberg Technoz

DAMPAK EL NIÑO

Produksi NPI Nikel di IMIP Rentan Anjlok 70.000 Ton dalam 2 Pekan

Azura Yumna Ramadani Purnama
23 September 2026 11:50

Sebuah derek di dermaga memindahkan batang-batang besi kasar sebelum diekspor./Bloomberg-Vincent Mundy
Sebuah derek di dermaga memindahkan batang-batang besi kasar sebelum diekspor./Bloomberg-Vincent Mundy

Bloomberg Technoz, Jakarta – Produksi besi kasar nikel atau nickel pig iron (NPI) dari smelter pirometalurgi berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) diramal anjlok 50.000—70.000 ton, jika penurunan laju produksi terus terjadi selama 2 pekan.

Menurut riset pasar Shanghai Metals Market (SMM), smelter RKEF di IMIP mulai mengurangi produksi pada Selasa (22/9/2026).

SMM mencatat sejumlah smelter menurunkan tingkat produksi di beberapa lini menjadi sekitar 30%—40% dari kapasitas normal.


“Jika tingkat operasional saat ini berlanjut selama setengah bulan, produksi nickel pig iron berpotensi berkurang sekitar 50.000—70.000 ton berdasarkan tonase fisik,” ungkap SMM dalam riset terbarunya, dikutip Rabu (23/9/2026).

Pembangkit listrik di Kawasan Industri Indonesia Morowali (IMIP) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (9/7/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)

SMM mencatat kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah sekitar IMIP terjadi cukup parah karena fenomena El Niño.