Logo Bloomberg Technoz

Di Timur Tengah, Arab Saudi menargetkan untuk memulihkan ekspor minyak melalui jaringan pipa East-West yang sangat penting dalam beberapa hari ke depan.

Langkah tersebut akan memungkinkan Riyadh kembali menggunakan jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz. Pipa tersebut memiliki kapasitas untuk mengangkut hingga 7 juta barel minyak per hari dan mengalami kerusakan akibat serangan pada awal bulan ini.

Meski demikian, harga minyak masih mencatat kenaikan lebih dari 60% sepanjang tahun ini, setelah konflik di Timur Tengah mengganggu pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur paling krusial bagi perdagangan energi global.

Lonjakan harga tersebut turut mendorong inflasi, dengan harga produk minyak naik bahkan lebih tinggi dibandingkan harga minyak mentah.

Di tengah ketatnya pasokan bahan bakar, Trump mengatakan dirinya telah mendorong para penasihatnya untuk mendukung pelarangan ekspor diesel dari AS.

WTI diperdagangkan 0,7% lebih rendah menjadi US$89,89 per barel pada pukul 06.01 waktu Singapura.

(bbn)

No more pages