Harga emas dunia akhirnya turun usai naik dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, harga bertambah hampir 3%.
Jadi sepertinya aksi ambil untung (profit taking) menjadi salah satu penyebab penurunan harga emas. Iming-iming keuntungan yang lumayan saat menjadi emas rasanya membuat investor tergoda.
Selain itu, pernyataan pejabat teras bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve juga menjadi sentimen negatif bagi emas. Gubernur The Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan pihaknya tidak bisa mengabaikan gangguan pasokan yang berulang dan persisten. Ini harus direspons dengan kebijakan yang mungkin saja menyebabkan kesusahan bagi rakyat.
“Gangguan pasokan jadi makin sering, berdampak lebih signifikan, dan bertahan lebih lama. Begitu gangguan pasokan menyebabkan inflasi lebih persisten, maka logika melihat ke depan menjadi tidak masuk akal,” tegasnya dalam sebuah acara di London (Inggris), seperti diberitakan Bloomberg News.
Pernyataan Goolsbee bisa diartikan bahwa The Fed mungkin akan memberikan ‘jamu pahit’ bagi perekonomian Negeri Paman Sam dengan menaikkan suku bunga acuan. Langkah itu sudah ditempuh pekan lalu, dan bisa saja bukan yang terakhir.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
(aji)





























