Ketiga fitur tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, pengguna dapat memilih pengaturan sesuai dengan jenis komunikasi yang ingin dibatasi.
1. Bisukan Notifikasi Chat
Fitur mute atau bisukan notifikasi dapat digunakan ketika pengguna tidak ingin mendapatkan pemberitahuan setiap kali pesan baru masuk dari kontak tertentu.
Pesan sebenarnya tetap masuk ke WhatsApp dan percakapan tidak terputus. Perbedaannya, notifikasi dari chat yang dibisukan tidak akan muncul seperti biasanya selama durasi yang dipilih.
Fitur ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang masih ingin mempertahankan percakapan, tetapi tidak ingin terganggu oleh pemberitahuan yang muncul berulang kali.
Berikut cara membisukan notifikasi chat:
-
Buka aplikasi WhatsApp.
-
Masuk ke ruang chat dari kontak yang ingin dibisukan.
-
Tekan profil atau nama kontak tersebut.
-
Pilih menu Notifications atau notifikasi.
-
Tekan Mute Notifications.
-
Pilih durasi pembisuan yang tersedia.
WhatsApp menyediakan pilihan durasi untuk membisukan notifikasi, mulai dari delapan jam, satu minggu, hingga selamanya.
Dengan memilih opsi tersebut, pengguna tidak perlu memblokir kontak hanya karena ingin berhenti menerima notifikasi dari percakapan tertentu.
2. Arsipkan Percakapan
Cara berikutnya adalah menggunakan fitur arsip. Pengguna dapat memindahkan chat tertentu dari daftar percakapan utama ke folder khusus bernama Diarsipkan.
Fitur ini berguna bagi pengguna yang tidak ingin melihat percakapan tertentu setiap kali membuka halaman utama WhatsApp.
Berbeda dengan menghapus chat, mengarsipkan percakapan tidak berarti seluruh isi percakapan dihapus. Chat hanya dipindahkan dari daftar utama sehingga tampilan WhatsApp menjadi lebih rapi.
Langkah untuk mengarsipkan chat adalah sebagai berikut:
-
Buka aplikasi WhatsApp.
-
Cari kontak atau percakapan yang ingin diarsipkan.
-
Tekan dan tahan ruang chat tersebut.
-
Pilih menu Arsipkan.
-
Percakapan akan dipindahkan ke folder Diarsipkan.
Setelah diarsipkan, percakapan tidak lagi terlihat pada daftar chat utama. Pengguna tetap dapat membukanya kembali melalui folder Diarsipkan apabila ingin melihat atau melanjutkan percakapan tersebut.
3. Batasi Pesan dari Akun Tidak Dikenal
WhatsApp juga menyediakan pengaturan yang ditujukan untuk membatasi pesan dari akun yang tidak dikenal. Fitur ini berbeda dari mute dan arsip karena pengguna dapat menggunakannya untuk mengurangi pesan dari akun yang bukan kontak yang dikenali.
Pengaturan tersebut dapat berguna bagi pengguna yang sering menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal dan ingin mengurangi gangguan yang masuk ke akun WhatsApp.
Untuk mengaktifkan fitur tersebut, pengguna dapat mengikuti langkah berikut:
-
Buka aplikasi WhatsApp.
-
Masuk ke menu Pengaturan.
-
Pilih Privacy atau Privasi.
-
Masuk ke menu Advanced.
-
Aktifkan opsi Block Unknown Account Messages atau Blokir Pesan dari Akun Tak Dikenal.
Pengguna perlu memperhatikan bahwa pengaturan ini memiliki fungsi berbeda dengan memblokir kontak secara manual. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu mengurangi pesan dari akun yang tidak dikenal, bukan untuk membatasi seluruh aktivitas dari kontak tertentu yang sudah tersimpan.
Pilih Fitur Sesuai Kebutuhan
Ketiga fitur tersebut dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda. Pengguna tidak harus langsung mengambil tindakan ekstrem ketika ingin mengurangi interaksi dengan seseorang di WhatsApp.
Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat dari fungsi masing-masing:
-
Mute: cocok untuk pengguna yang hanya ingin menghentikan notifikasi dari chat tertentu.
-
Arsip: cocok untuk menyembunyikan percakapan dari daftar chat utama tanpa menghapus isinya.
-
Blokir pesan dari akun tidak dikenal: digunakan untuk membantu membatasi pesan yang berasal dari akun yang tidak dikenali.
Mute dan arsip juga tidak menghentikan seseorang untuk mengirim pesan. Pesan tetap dapat masuk, tetapi pengguna dapat mengatur bagaimana percakapan tersebut ditampilkan atau diberi pemberitahuan.
Sementara itu, pemblokiran memiliki dampak yang lebih luas karena kontak yang diblokir tidak dapat mengirim pesan atau melakukan panggilan kepada pengguna melalui WhatsApp.
Karena itu, pengguna dapat mempertimbangkan fitur yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Jika persoalannya hanya notifikasi yang terlalu sering, mute dapat menjadi pilihan. Jika yang mengganggu adalah tampilan chat di halaman utama, fitur arsip dapat digunakan.
Apabila masalahnya berasal dari pesan yang datang dari nomor yang tidak dikenal, pengaturan privasi terkait akun tidak dikenal dapat dimanfaatkan.
Dengan memanfaatkan pengaturan yang tersedia, pengguna dapat mengelola interaksi di WhatsApp tanpa harus selalu memblokir kontak. Pilihan tersebut memberikan ruang bagi pengguna untuk menentukan tingkat komunikasi yang ingin diterima sesuai kebutuhan.
Pengguna juga dapat mengubah kembali pengaturan tersebut kapan saja apabila kondisi sudah berubah. Dengan demikian, pengelolaan chat tidak harus selalu dilakukan dengan menghapus percakapan atau memblokir seseorang secara permanen.
(seo)






























