Logo Bloomberg Technoz

“Sebagai bagian dari transaksi tersebut, FrieslandCampina akan memperoleh kepemilikan pengendali di Ultrajaya, yang baru akan berlaku setelah transaksi selesai,” dikutip dari keterangan yang sama.

Ambil alih kendali perusahaan produsen susu Ultra Milk itu akan dilakukan lewat skenario penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dan pengambilalihan 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI).

Berdasarkan keterbukaan informasi, Jumat (18/9/2026), perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,88 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham.

Aksi korporasi tersebut akan digunakan antara lain untuk mengambil alih seluruh saham FFI senilai Rp14,57 triliun melalui mekanisme penyetoran saham dalam bentuk selain uang atau inbreng.   

Transaksi tersebut merupakan transaksi material dengan nilai setara 178,24% dari ekuitas ULTJ per 31 Juli 2026.

Nilai transaksi juga setara dengan 96,40% aset ULTJ, sementara laba bersih FFI mencapai 36,08% dari laba bersih ULTJ dan pendapatan usaha FFI mencapai 121,44% dari pendapatan usaha ULTJ berdasarkan laporan keuangan per 31 Juli 2026.

Dalam skema tersebut, pemegang saham ULTJ akan mengalihkan seluruh hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang mereka peroleh kepada pemegang saham FFI, yakni FCIH, Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (BWG), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI).

Total HMETD yang dialihkan mencapai 6,78 miliar hak, terdiri dari 5,29 miliar HMETD kepada FCIH, 1,15 miliar HMETD kepada BWG, dan 338,84 juta HMETD kepada BWI. 

Selanjutnya, FCIH akan menyetorkan 19.084 saham FFI atau setara 78,09% kepemilikan FFI ke dalam ULTJ. BWG menyetorkan 4.134 saham atau 16,91%, sedangkan BWI menyetorkan 1.222 saham atau 5% FFI.

Dengan demikian, ketiganya akan menyerahkan seluruh 24.440 saham FFI atau 100% saham perusahaan tersebut kepada ULTJ. 

Adapun FCIH merupakan perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki Royal FrieslandCampina N.V. Dengan demikian, masuknya FCIH ke ULTJ merupakan bagian dari langkah FrieslandCampina menjadi pengendali baru perseroan. 

FFI dan Ultrajaya akan tetap beroperasi sebagai entitas bisnis yang terpisah, masing-masing dengan merek, portofolio, dan organisasi sendiri, dengan kerja sama yang semakin diperkuat dan berfokus pada penciptaan nilai jangka panjang.

Keluarga Prawirawidjaja

Saat ini, struktur pemegang saham ULTJ masih didominasi keluarga Prawirawidjaja.

Berdasarkan daftar pemegang saham per 17 September 2026, Sabana Prawirawidjaja menggenggam 5,53 miliar saham atau 53,17%, sedangkan PT Prawirawidjaja Prakarsa memiliki 2,47 miliar saham atau 23,78%.

Pemegang saham lainnya yakni Suhendra Prawirawidjaja 1,52%, Samudera Prawirawidjaja 3,61%, Nila S 3,61%, Lili Melati 0,34%, serta masyarakat 13,99%. 

Setelah rights issue, kepemilikan keluarga Prawirawidjaja akan terdilusi akibat masuknya saham baru yang diambil bagian oleh FCIH, BWG dan BWI.

Dalam skenario seluruh pemegang saham lama termasuk publik menggunakan HMETD masing-masing, kepemilikan Sabana akan turun menjadi 30,25%, sementara PT Prawirawidjaja Prakarsa menjadi 13,53%.

Pada skenario ini, FCIH akan memiliki 28,95% saham ULTJ, BWG 6,27%, dan BWI 1,85%. 

Sementara jika hanya FCIH, BWG, dan BWI yang mengeksekusi seluruh HMETD yang dialihkan kepada mereka, kepemilikan FCIH akan mencapai 30,81%. Sabana akan memiliki 32,19% dan PT Prawirawidjaja Prakarsa 14,39%. 

Dengan demikian, porsi FCIH setelah transaksi diperkirakan berada di kisaran 28,95%-30,81%.

Meski tidak mencapai 50%, FCIH ditetapkan sebagai pemegang saham pengendali baru ULTJ. Dalam keterbukaan informasi, ULTJ menyatakan perubahan pengendalian akan efektif sejak penyelesaian transaksi inbreng.  

Seiring perubahan pengendalian tersebut, FCIH akan melakukan penawaran tender wajib atau mandatory tender offer terhadap sisa saham ULTJ yang dimiliki pemegang saham publik sesuai ketentuan POJK 9/2018. 

Rencana transaksi ini masih membutuhkan sejumlah persetujuan, termasuk persetujuan RUPSLB ULTJ dan pernyataan efektif dari OJK untuk PMHMETD IV. RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. 

(naw)

No more pages