Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam sebelum Tusk dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Moskow telah meningkatkan serangan terhadap Ukraina, termasuk terhadap target-target yang berada dekat perbatasan Polandia. Sementara itu, jet NATO menembak jatuh sebuah drone yang berasal dari Rusia di atas wilayah Lithuania pada awal pekan ini.
Kyiv dan para sekutu Baratnya bersiap menghadapi musim dingin yang kemungkinan menjadi yang paling sulit sejak invasi besar-besaran Moskow dimulai empat setengah tahun lalu. Tusk mengatakan dirinya akan membahas kemungkinan kerja sama melalui apa yang disebut “koalisi antirudal”, serta situasi infrastruktur energi Ukraina, dalam pertemuannya dengan Zelenskyy.
“Serangan yang berkelanjutan, sangat sering, dan intens diperkirakan terjadi di enam kota besar Ukraina, termasuk penghancuran gudang, berbagai jenis produk yang penting bagi pertahanan negara, serta infrastruktur perkeretaapian, sebagaimana telah kita saksikan secara nyata dalam beberapa pekan terakhir,” kata perdana menteri tersebut.
Tusk mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima Polandia mengenai konsultasi antara AS dan Rusia, Kremlin belum siap untuk “melakukan pembicaraan serius mengenai gencatan senjata, apalagi perdamaian tanpa—secara de facto—kapitulasi Ukraina”.
“Mereka yakin musim dingin akan menjadi masa yang sangat kritis dan tragis bagi Ukraina,” kata Tusk, merujuk pada Rusia.
(bbn)































