Sebelumnya, Bank Sentral Amerika Serikat alias The Federal Reserve resmi menaikkan Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00%. Kenaikan ini sekaligus menjadi yang pertama kali sejak 2023 lalu.
Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan akan tetap menerbitkan surat utang berdenominasi valuta asing atau global bond sebagai salah satu sumber pendanaan hingga akhir tahun ini.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan, strategi tersebut menjadi bagian pemenuhan kebutuhan pembiayaan APBN sepanjang tahun ini, sekaligus pengelolaan portofolio utang. Apalagi, masih ada sisa kuota sekitar US$2 miliar yang belum terealisasi.
"Dari sisi bauran mata uang, masih ada ruang untuk penerbitan SBN valas hingga akhir tahun," ujar Suminta saat dihubungi Bloomberg Technoz, Rabu (16/9/2026).
Namun, Suminto belum dapat memastikan jadwal penerbitan global bond akan kembali dilakukan di sepanjang sisa tahun ini. Namun, dia memastikan jadwal, komposisi, hingga mata uang didesain dengan kehati-hatian.
Dalam menentukan hal itu, kata dia, otoritas fiskal perlu melakukan pendekatan yang fleksibel dan oportunistik untuk merespons perkembangna kebutuhan pembiayaan, termasuk pasar global yang masih dinamis.
(ibn/ell)




























