“Kemudian ada anggota DEN yang lain dari pemangku kepentingan, dari utusan masyarakat, akademisi, dan beberapa menteri sebagai anggota DEN,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia menyatakan pengembangan biofuel E20 tersebut bakal menjadi salah satu topik yang diperbincangkan. Sementara sisanya, rapat tersebut bakal membahas isu energi.
“Eh, bagian daripada itu [membahas E20]. Pasti kalau kita bicara tentang Dewan Energi Nasional, seluruh bagian menyangkut dengan energi akan menjadi pembahasan nantinya,” tegas dia.
Bahlil menyatakan rapat paripurna tersebut merupakan agenda rutin yang dijalankan oleh DEN dan dalam satu tahun terdapat dua sidang yang dipimpin oleh DEN.
Sebelumnya, Bahlil mengatakan DEN bakal berfokus untuk meningkatkan ketahanan energi nasional pada rencana kerja 2026—2030.
Rencana kerja itu disampaikan Bahlil usai pelantikan anggota DEN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
“Kita tahu semua bahwa salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut dengan kedaulatan energi, ketahanan energi, swasembada energi,” kata Bahlil kepada awak media, kala itu.
Bahlil memastikan kepengurusan baru DEN bakal melanjutkan kajian ihwal Rencana Umum Energi Nasiona (RUEN) hingga memastikan pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk dari energi nuklir.
Sekadar informasi, pemerintah menargetkan agar mampu memproduksi bensin dengan campuran bioetanol 20% alias E20 dalam dua tahun mendatang secara bertahap.
Tebu disebut akan digunakan sebagai bahan baku bioetanol dalam mendukung program mandatori E20.
Persiapan teknis penerapan mandatori E20 bahkan sudah diterbitkan oleh Kementerian ESDM pada awal September.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap pemerintah akan menyiapkan lahan tebu sekitar 2 juta hektare yang tersebar di Jawa hingga Sumatra untuk mewujudkan program tersebut.
"Tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya. Danantara nanti industrinya ya, mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu, ya. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare. Ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatra, akan siapkan," beber Zulhas, sapaan karibnya, kepada awak media di Kompleks Istana, Rabu (16/9/2026).
Zulhas pun menjelaskan alasan dipilihnya komoditas tebu sebagai bahan baku bioetanol, meski tidak bisa ditanam di semua daerah Indonesia.
Sementara itu, bahan baku lain seperti jagung dan singkong disebut Zulhas memberatkan anggaran.
Zulhas juga mengungkap mandatori bioetanol ini akan dilakukan secara bertahap dalam jangka panjang hingga E50, seperti mandatori biodiesel B50 yang diluncurkan pemerintah pada Juli lalu.
Berikut daftar pejabat DEN 2026–2030:
Ketua harian DEN:
1. Menteri ESDM Bahil Lahadalia
Anggota unsur pemerintahan:
- Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara
- Menteri Bappenas Rachmat Pambudy
- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi
- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
- Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto
- Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat
Anggota Unsur Pemangku Kepentingan:
- Mohamad Fadhil Hasan (Akademisi)
- Satya Widya Yudha (Industri)
- Unggul Priyanto (Teknologi)
- Sripeni Inten Cahyani (Industri)
- Saleh Abdurrahman (Lingkungan Hidup)
- Muhammad Kholid Syeirazi (Konsumen)
- Johni Jonatan Numberi (Akademisi)
- Surono (Konsumen)
(azr/wdh)





























