Logo Bloomberg Technoz

Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Kamis (17/9/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) resmi menaikkan Fed Funds Rate sebesar 25bps menjadi 3,75–4,00% secara unanimous, sesuai ekspektasi pasar. 

Yang jadi perhatian, proyeksi pejabat The Fed masih menunjukkan potensi pengetatan lanjutan, seiring Gubernur Fed menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan belum menunjukkan perbaikan yang cukup berarti.

Pasar tertuju pada dampaknya terhadap nilai tukar rupiah, foreign flow, dan ruang kebijakan Bank Indonesia, sekaligus implementasi kebijakan awal Menteri Keuangan Suahasil Nazara, yang nantinya memengaruhi laju IHSG.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tekanan setelah breakdown MA20 di 6.548 dan rising wedge, dengan MACD bearish crossover yang mengindikasikan momentum negatif masih dominan.

“Selama belum kembali di atas 6.585, IHSG berpotensi melanjutkan pengujian support 6.390, dengan 6.220 sebagai support berikutnya,” papar BRI Danareksa, dengan catatan sebaliknya, reclaim 6.585 dapat membuka ruang technical rebound menuju 6.705.

Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INCO, BRMS, dan JARR.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyebut, The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, dan Gubernur The Fed Kevin Warsh menekankan inflasi yang terus berlanjut. Dalam keputusan bulat, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada rentang target 3,75%–4,00%.

Sinyal hawkish pun menggema, The Fed juga mengisyaratkan kemungkinan adanya kenaikan lanjutan pada tahun ini. Ringkasan Proyeksi Ekonomi yang baru memprediksi median suku bunga Federal Funds sebesar 4,1% pada tutup tahun 2026, yang mengisyaratkan setidaknya satu kali kenaikan lagi.

“Kenaikan suku bunga The Fed sesuai dengan ekspektasi sebelumnya, namun pernyataan Kevin Warsh yang menekankan risiko inflasi masih tinggi meningkatkan kekhawatiran investor,” mengutip analisis Phintraco pagi hari ini.

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah AALI, AADI, IMPC, INCO, dan ITMG.

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, melemahnya Bursa Wall Street yang dipicu oleh masih adanya kekhawatiran investor terhadap potensi dinaikkannya suku bunga acuan di waktu yang akan datang seiring persistensi angka inflasi diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. 

Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas seperti nikel,timah, batubara dan tembaga menjadi sentimen positif bagi IHSG. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.380–6.320 dan resistance 6.495–6.550,” terang CGS International Sekuritas.

Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham JPFA, AALI, MDKA, AMMN, ADRO, dan ITMG.

Adapun Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguat, didorong oleh positifnya harga komoditas, serta pergerakan rupiah yang relative stabil.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah LSIP, MEDC, dan AADI.

(fad)

No more pages