Pemerintah juga akan memperkuat sinkronisasi kebijakan pengelolaan kualitas dan kuantitas penduduk secara asimetris. Selain itu, kampanye dan sosialisasi KB akan dilakukan dengan pendekatan budaya lokal serta melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda.
Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas penduduk dan ketahanan keluarga, Kemendukbangga/BKKBN akan memperkuat sejumlah program yang menyasar keluarga, anak, remaja hingga kelompok lanjut usia.
Program tersebut antara lain Bina Keluarga Balita (BKB), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Pemerintah juga memperkuat Kampung Keluarga Berkualitas sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga.
Untuk kelompok remaja dan lansia, pemerintah menjalankan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Akademi Keluarga Indonesia, serta Lansia Berdaya (SIDAYA).
Adapun upaya percepatan penurunan stunting dilakukan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).
Berbagai program tersebut disiapkan untuk menghadapi perubahan struktur penduduk sekaligus memastikan peningkatan jumlah penduduk lanjut usia dapat diimbangi dengan kualitas hidup dan ketahanan keluarga yang lebih baik.
(dec/spt)






























