Logo Bloomberg Technoz

“Prediksi harga akan tetap kuat di level US$47.000 sampai US$55.000 karena masih ada defisit antara konsumsi dan produksi,” ujar Ilhamsyah.

Selain kondisi suplai dan permintaan, pertumbuhan industri seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan semikonduktor turut dinilai menjadi faktor pendukung permintaan timah.

Manajemen menyebut sejumlah sektor tersebut tumbuh sekitar 2%—3%, sementara belum terdapat ekspansi kapasitas yang signifikan dari produsen timah global.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjaga harga timah tetap kuat, meskipun produsen masih menghadapi tantangan untuk mengejar pertumbuhan permintaan global dan domestik.

Konsumsi Domestik

Di pasar domestik, konsumsi timah masih relatif terbatas, yakni sekitar 4.000—5.000 ton per tahun. TINS menilai peningkatan konsumsi domestik membutuhkan dorongan industrialisasi, selain hilirisasi.

Perseroan menyebut pembangunan industri seperti semikonduktor, printed circuit board (PCB), hingga perangkat elektronik dapat meningkatkan konsumsi timah sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Dengan prospek harga yang masih kuat dan realisasi kinerja semester I yang telah melampaui target tahunan, TINS saat ini juga tengah menyusun RKAP perubahan 2026 karena pencapaian kinerja perseroan dinilai sudah jauh lebih tinggi dari target yang sebelumnya disetujui pemegang saham.

Perseroan mengatakan proyeksi tersebut juga bergantung pada kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan produksi bijih dan logam timah, mempertahankan pasar yang ada, serta melakukan perluasan pasar.

Pada semester I-2026, TINS mencatat laba bersih sebesar Rp2,7 triliun, melonjak 805% secara tahunan. Capaian tersebut telah melampaui target laba bersih dalam RKAP 2026.

Pendapatan perseroan pada periode yang sama mencapai Rp10,4 triliun, tumbuh 147% dibandingkan dengan semester I-2025. Sementara itu, EBITDA mencapai Rp3,9 triliun atau meningkat 363% secara tahunan.

Dari sisi operasional, produksi bijih timah TINS pada semester I-2026 mencapai 12.232 ton, naik 75% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Produksi logam timah mencapai 10.865 ton, tumbuh 58%.

Penjualan logam timah juga meningkat 85% menjadi 10.984 ton, dari 5.933 ton pada semester I-2025.

(wdh)

No more pages