IHSG dibuka menguat pagi tadi, tetapi langsung berbalik arah hingga melemah dan terpeleset di zona merah. Pelemahan IHSG terjadi seiring dengan perkembangan terbaru yang menyeret sentimen pasar menuju persimpangan jalan.
Wait–and–see menjelang keputusan suku bunga acuan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/ The Fed) pada pertemuan 16 September 2026 dengan ekspektasi pasar yang masih terbelah dan memiliki kecenderungan rate hike, menjadi sentimen yang amat berat bagi IHSG.
Panin Sekuritas menyebut, bilamana USD merespon dengan kembali mencatatkan penguatan, rupiah berpeluang kembali tertekan, sehingga foreign inflow berpotensi kembali tertahan.
“Pasar juga tengah mengacu pada aksi korporasi yang dapat menjadi momentum seiring katalis makro yang relatif minim,” papar Panin Sekuritas dalam catatannya.
Di sisi lain, Panin Sekuritas turut mencermati lingkup makro yang tengah relatif akomodatif, termasuk nilai tukar rupiah yang menguat hingga ke bawah level Rp17.600/US$, menopang sentimen pasar dalam jangka pendek.
(fad)































