Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Soal Pengambilalihan Whoosh: Ubah Posisi Keuangan Negara

Redaksi
08 September 2026 13:18

Purbaya Soal WhooshKeputusan Sudah Final, Tunggu Pengumuman Presiden (Diolah)
Purbaya Soal WhooshKeputusan Sudah Final, Tunggu Pengumuman Presiden (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Keuangan berencana mengambilalih pengelolaan  Kereta Cepat Jakarta Bandung (Whoosh)  pada tanggal 15 September 2026 mendatang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa utang Whoosh dapat diselesaikan melalui Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Purbaya mengatakan SMV tersebut memiliki sumber dana untuk menangani utang Whoosh. Menurutnya, salah satu SMV Kemenkeu saat ini mampu mencetak keuntungan Rp3–4 triliun per tahun, ditambah pendapatan operasional Whoosh yang diperkirakan dapat menghasilkan keuntungan Rp800 miliar.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai pengambilalihan ini akan lebih banyak mengubah posisi beban keuangan di dalam struktur negara.


“Perpindahan ini lebih banyak mengubah posisi beban keuangan di dalam struktur negara. Operatornya tetap sama, jalurnya tetap sama, utang kepada China Development Bank tetap ada, dan jumlah penumpang harian masih sekitar 17 ribu, jauh dari asumsi awal sekitar 30 ribu,” kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Selasa (8/9/2026).

Menurut Yusuf, dampak yang paling cepat terlihat justru pada neraca KAI, WIKA, dan Jasa Marga yang selama ini ikut menanggung tekanan proyek. PSBI sendiri masih mencatat kerugian sekitar Rp5 triliun pada semester pertama tahun ini.