Smelter Aluminium China di RI Diramal Kerek Emisi 50 Juta Ton CO₂
Azura Yumna Ramadani Purnama
08 September 2026 13:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Managing Director Energy Shift Institute Putra Adhiguna memprediksi tambahan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara captive berkapasitas total 8 gigawatt (GW) untuk investasi industri aluminium China di Indonesia bakal mengkerek emisi karbon dioksida tahunan sekitar 50 juta ton.
Putra menyatakan besaran karbon dioksida CO₂ yang dihasilkan PLTU industri aluminium tersebut dapat lebih tinggi, terlebih produksi aluminium membutuhkan energi yang cukup besar.
“Bila 8 GW terpakai penuh, emisi tahunan bisa di kisaran 50 juta ton CO₂ bahkan lebih, tergantung seberapa besar tingkat penggunaan PLTU tersebut karena produksi aluminium sangat haus energi,” kata Putra ketika dihubungi, Selasa (8/9/2026).
Di sisi lain, ekonom energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti memperkirakan PLTU batu bara yang digunakan industri aluminium tersebut bakal memberikan tambahan emisi karbon dioksida sekitar 53—63 juta ton per tahun.
Dia menjelaskan emisi CO₂ tersebut terbilang besar, sebab smelter aluminium memerlukan listrik yang stabil sekitar 24 jam dengan asumsi emisi batu bara di Indonesia sekitar 0,95—1,05 juta ton CO₂ per megawatt hour (MWh).






























