"Rekapitalisasi lembaga keuangan besar milik negara telah menjadi pengaturan kebijakan selama dua tahun terakhir, bukan sekadar tindakan darurat," ujar Liao Zhiming, seorang analis di Huayuan Securities Co. "Kuncinya adalah menyiapkan pengaturan modal terlebih dahulu agar bank memiliki kapasitas yang cukup untuk memenuhi persyaratan regulasi dan mendukung ekonomi riil."
Saham ICBC turun 0,78%, sementara saham AgBank melemah 0,69% pada awal perdagangan di Hong Kong. ICBC, bank terbesar di dunia berdasarkan aset, telah naik lebih dari 20% sepanjang tahun ini. Saham People’s Insurance relatif tidak berubah.
AgBank berencana menghimpun dana hingga 160 miliar yuan, sementara ICBC menargetkan 100 miliar yuan melalui penempatan saham secara terpisah, berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada Bursa Efek Shanghai pada Minggu. Kedua bank mengatakan seluruh dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal inti tier-1.
Kementerian Keuangan akan mengambil 130 miliar yuan dalam penempatan saham AgBank dan 70 miliar yuan dalam penempatan saham ICBC. China National Tobacco Corp juga menjadi salah satu investor utama dalam kedua penempatan saham tersebut.
Kementerian tersebut akan mengambil seluruh penempatan saham People’s Insurance Company senilai 15 miliar yuan. Selain itu, pemerintah akan menyuntikkan 30 miliar yuan ke Export-Import Bank of China, 35 miliar yuan ke China Life Insurance, 7 miliar yuan ke China Taiping Insurance Group, 3 miliar yuan ke China Reinsurance (Group) Corp, dan 10 miliar yuan ke China Export & Credit Insurance Corp.
Rata-rata margin bunga bersih sektor perbankan China telah turun ke level terendah sepanjang sejarah, sehingga membatasi kemampuan bank untuk menambah modal melalui laba ditahan. Hingga Juni, bank-bank China mencatat rata-rata rasio kecukupan modal sebesar 15,26% dan rasio modal inti tier-1 sebesar 10,72%.
Rekapitalisasi tersebut merupakan puncak dari dorongan kebijakan yang dimulai pada 2024, ketika Beijing pertama kali mengumumkan rencana untuk menambah modal bank-bank terbesarnya. Laporan kerja pemerintah tahun ini mengusulkan penerbitan obligasi pemerintah khusus senilai 300 miliar yuan untuk tujuan tersebut, yang menegaskan bahwa langkah terbaru ini merupakan bagian dari upaya lebih luas dan telah direncanakan untuk memperkuat sistem keuangan.
Tahun lalu, Bank of China Ltd dan Postal Savings Bank of China Co termasuk di antara empat pemberi pinjaman yang menerima suntikan dana gabungan sebesar US$69 miliar yang dibiayai melalui surat utang pemerintah.
Regulator secara bertahap telah menambah modal di seluruh enam bank milik negara terbesar China, dengan salah satu tujuan utama membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi tahap kedua persyaratan global Total Loss-Absorbing Capacity atau TLAC. Para pemberi pinjaman tersebut, terutama kelompok Big Five, termasuk di antara bank yang dianggap penting secara sistemik di dunia dan menghadapi persyaratan modal tambahan di bawah kerangka kerja tersebut.
Meski rasio kecukupan modal dan rasio ekuitas utama tier 1 bank-bank tersebut masih relatif kuat, tambahan cadangan yang diwajibkan dalam kerangka TLAC membuat perencanaan modal sejak dini semakin penting, kata Liao. Basis modal yang lebih kuat juga dapat memungkinkan bank memperluas penyaluran kredit dan menyerap potensi kerugian ketika kualitas aset masih berada di bawah tekanan, katanya.
Rekapitalisasi perusahaan asuransi mencerminkan pendekatan pencegahan yang serupa. Regulator sebelumnya mengatakan sedang mempelajari berbagai cara untuk menambah modal perusahaan asuransi besar yang berada di bawah tekanan akibat lingkungan suku bunga rendah yang berkepanjangan dan risiko terjepit antara imbal hasil investasi dengan biaya kewajiban mereka.
Pekan lalu, National Financial Regulatory Administration menerbitkan rancangan perubahan Undang-Undang Asuransi. Revisi pertama sejak 1995 tersebut mengusulkan pengawasan yang lebih ketat terhadap pemegang saham perusahaan asuransi, peningkatan ambang batas modal minimum, perluasan cakupan perusahaan asuransi yang tidak dapat dibubarkan, penanganan dini bagi perusahaan berisiko tinggi, serta perlindungan yang lebih baik bagi pemegang polis.
Suntikan modal dapat memperkuat posisi solvabilitas perusahaan asuransi dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi risiko investasi maupun penjaminan, sekaligus memberikan kapasitas lebih besar untuk menyalurkan dana ke perekonomian, kata Liao.
Alih-alih hanya mengandalkan belanja pemerintah secara langsung atau pelonggaran moneter, Beijing memanfaatkan kendalinya atas sistem keuangan untuk memperkuat neraca lembaga-lembaga yang menyalurkan modal kepada pelaku usaha, rumah tangga, dan berbagai sektor ekonomi lainnya.
Langkah tersebut dapat menjadi semakin penting ketika bank menghadapi lemahnya permintaan kredit dan penurunan margin penyaluran pinjaman. Rekapitalisasi memberikan ruang lebih besar bagi pemberi pinjaman untuk mendukung prioritas pemerintah, termasuk pembiayaan industri strategis, infrastruktur, dan perusahaan swasta, meski bisnis kredit tradisional semakin kurang menguntungkan.
Bagi Beijing, strategi tersebut menjadi cara untuk mendukung aktivitas ekonomi sekaligus membatasi risiko keuangan. Neraca bank dan perusahaan asuransi yang lebih kuat dapat memberikan perlindungan lebih besar terhadap kerugian akibat pelemahan sektor properti, utang pemerintah daerah, dan lemahnya permintaan rumah tangga, sembari memungkinkan lembaga keuangan tetap memainkan peran utama dalam upaya pemerintah menstabilkan pertumbuhan ekonomi.
(bbn)




























