Waspada Partikel
Meskipun kegiatan operasional berjalan lancar, SKK Migas mengimbau para pekerja agar tidak menganggap remeh potensi bahaya abu vulkanik.
Lembaga tersebut mengingatkan partikel halus dari abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan saluran pernapasan serta mengiritasi mata dan kulit.
Adapun, guna menjaga kelancaran produksi dan keamanan di lapangan, SKK Migas bersama PHE terus memantau perkembangan situasi Gunung Anak Krakatau secara berkala.
Langkah perlindungan dan pengaturan mobilisasi personel diterapkan secara hati-hati dengan menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama.
Untuk diketahui, WK migas yang dioperasikan oleh PHE OSES adalah WK Southeast Sumatra (SES) yang berada di lepas pantai (offshore) Tenggara Sumatra, membentang dari perairan Lampung, Selat Sunda utara, hingga perairan Kepulauan Seribu atau utara Jawa Barat.
WK SES merupakan blok migas yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau dibanding dua WK lainnya. Sisi selatan dan barat daya dari blok ini berbatasan langsung dengan kawasan Selat Sunda, berjarak sekitar 60—100 km dari Gunung Anak Krakatau.
Kemudian, WK migas yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) adalah WK Offshore North West Java (ONWJ) yang berada lepas pantai utara Jawa Barat, membentang dari perairan utara Banten, Kepulauan Seribu, Jakarta, Karawang, hingga Cirebon.
WK ONJW berada lebih ke timur. Jarak dari batas barat blok ini (sekitar perairan utara Banten/Sunda Strait approach) ke Gunung Anak Krakatau berkisar 120—180 km.
Lalu, WK migas yang dioperasikan oleh Pertamina EP Zona 7 Field Tambun adalah WK Pertamina EP (Zona 7 Regional Jawa), khususnya wilayah kerja darat (onshore) di Kabupaten Bekasi dan Karawang.
WK Pertamina EP Zona 7 berada di daratan Jawa Barat bagian utara (terfokus di area Tambun, Kabupaten Bekasi dan sekitarnya).
Adapun, dari ketiga WK, WK Pertamina EP Zona 7 ini merupakan fasilitas yang paling jauh. Jarak garis lurus dari area Tambun (Bekasi) ke Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mencapai sekitar 180—210 km ke arah barat daya.
(smr/wdh)





























