Kalender Ekonomi: Pekan Penuh Risiko Global dan Bencana Domestik
Redaksi
07 September 2026 07:22

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalender ekonomi kembali mewarnai pekan sibuk ini dan berpotensi menghadirkan sinyal yang patut dicermati Indonesia yang akan kembali menentukan arah suku bunga acuan pada pekan depan.
Dari China, perlambatan ekonomi berpotensi kembali terjadi. Bloomberg Economics memperkirakan produksi industri China pada Juli tumbuh 5,1% secara tahunan, ramalan ini melambat dari capaian Juni yang sebesar 5,3%.
Sedangkan, penjualan ritel diperkirakan hanya tumbuh 0,9% turun dari 1%. Tak berhenti di situ, investasi aset tetap di luar sektor pedesaan diperkirakan mengalami kontraksi lebih dalam, yakni 6,4% secara tahunan dalam tujuh bulan pertama 2026, daripada kontraksi 5,7% pada paruh pertama tahun ini.
Sementara Jepang justru diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Bloomberg Economics memperkirakan ekonomi Jepang tumbuh 3,1% secara tahunan pada kuartal II-2026, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan 1,8% pada kuartal sebelumnya, dan juga di atas estimasi pertumbuhan potensial Bank of Japan (BOJ) yang sebesar 0,7%.
Pertumbuhan yang lebih kuat ini berpotensi mendorong BOJ kembali menaikkan suku bunga acuan. Bloomberg memperkirakan BOJ dapat menaikkan suku bunga menjadi 1,25% pada Oktober.




























