Berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan untuk mengurangi konsumsi energi di rumah:
-
Lakukan audit energi rumah
Audit energi dapat membantu menemukan bagian rumah yang menyebabkan energi terbuang. Pemeriksaan dapat dilakukan oleh tenaga profesional maupun penyedia layanan listrik setempat.
Beberapa masalah yang dapat ditemukan antara lain celah pada jendela dan pintu serta kebocoran pada saluran udara. Hasil audit biasanya dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan perbaikan atau penggantian perangkat dengan model yang lebih efisien.
Selain mengurangi pemborosan energi, pemilik rumah juga dapat memperoleh informasi mengenai pola penggunaan listrik yang perlu diperbaiki.
-
Atur suhu termostat
Pengaturan termostat AC juga berpengaruh terhadap konsumsi energi. Suhu dapat dinaikkan ketika penghuni rumah sedang tidur atau meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Menyesuaikan suhu ketika rumah kosong selama sekitar delapan jam sehari dapat menurunkan biaya pendinginan tahunan hingga sekitar 10 persen.
Penggunaan programmable thermostat dapat menjadi pilihan untuk mengatur suhu secara otomatis berdasarkan jadwal aktivitas penghuni rumah.
-
Atur suhu kulkas
Kulkas merupakan perangkat yang bekerja hampir sepanjang waktu. Pengaturan suhu yang tepat diperlukan agar makanan tetap terjaga sekaligus mencegah kompresor bekerja lebih keras dari yang diperlukan.
Suhu kulkas dapat diatur sekitar 2,7 derajat Celsius, sedangkan freezer sekitar minus 17,7 derajat Celsius.
Dengan pengaturan tersebut, kulkas tetap dapat mempertahankan kondisi makanan tanpa membuat sistem pendinginnya bekerja terlalu berat.
-
Lakukan perawatan rutin perangkat
Peralatan elektronik yang dirawat secara berkala dapat bekerja lebih efisien. Karena itu, membersihkan dan memeriksa perangkat secara rutin menjadi bagian penting dari upaya penghematan listrik.
Untuk AC, filter udara perlu diganti secara berkala agar aliran udara tetap optimal. Sementara pada kulkas, kumparan atau coils disarankan dibersihkan setidaknya satu kali dalam setahun.
Perawatan sederhana tersebut dapat membantu menjaga kinerja perangkat sekaligus mencegah konsumsi energi yang tidak diperlukan.
-
Jauhkan kulkas dari sumber panas
Lokasi penempatan kulkas juga dapat memengaruhi kinerjanya. Kulkas sebaiknya tidak ditempatkan berdekatan dengan kompor atau jendela yang mendapatkan paparan sinar matahari secara langsung.
Sumber panas dapat membuat kompresor harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu dingin di dalam kulkas. Dengan menempatkannya di lokasi yang lebih sejuk, beban kerja kompresor dapat ditekan.
-
Kurangi durasi mandi
Penggunaan air panas menjadi salah satu sumber konsumsi energi terbesar di banyak rumah tangga. Karena itu, mengurangi pemakaian air panas dapat membantu menekan penggunaan listrik.
Kepala shower standar dapat mengalirkan sekitar 2,5 galon air setiap menit. Mengurangi waktu mandi selama dua menit dapat menghemat hingga 5 galon air.
Selain menghemat air, durasi mandi yang lebih singkat juga mengurangi energi yang diperlukan untuk memanaskan air.
-
Ganti kepala shower dengan model efisien
Selain mempersingkat waktu mandi, penggunaan kepala shower dengan aliran air yang lebih rendah juga dapat membantu mengurangi konsumsi energi.
Kepala shower efisien dengan laju aliran tidak lebih dari 2 galon per menit berpotensi mengurangi penggunaan air rumah tangga hingga 2.700 galon setiap tahun.
Untuk memastikan efisiensinya, konsumen dapat memilih produk dengan label efisiensi resmi seperti WaterSense.
-
Turunkan suhu pemanas air
Sebagian pemanas air memiliki pengaturan suhu bawaan sekitar 60 derajat Celsius. Suhu tersebut sebenarnya dapat diturunkan sesuai kebutuhan penggunaan di rumah.
Menurunkan pengaturan suhu menjadi sekitar 48 derajat Celsius dapat mengurangi biaya energi untuk pemanas air sebesar 4 hingga 22 persen per tahun.
Namun, penyesuaian suhu tetap perlu mempertimbangkan jenis pemanas air dan kebutuhan penghuni rumah.
-
Gunakan peralatan hemat energi
Penggantian perangkat lama dengan peralatan yang lebih efisien juga dapat menjadi investasi untuk mengurangi konsumsi listrik.
Saat membeli pemanas air atau peralatan rumah tangga baru, konsumen dapat mempertimbangkan produk yang mempunyai label efisiensi energi.
Perangkat elektronik dengan label Energy Star rata-rata menggunakan energi sekitar 12 persen lebih sedikit dibandingkan model standar.
-
Beralih ke lampu LED
Lampu menjadi salah satu perangkat yang penggunaannya berlangsung cukup lama setiap hari. Mengganti lampu pijar lama dengan LED dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi konsumsi energi.
Lampu LED dengan label Energy Star disebut dapat membantu menghemat biaya energi hingga sekitar Rp3,5 juta per tahun.
Selain lebih hemat energi, penggunaan LED juga dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan pencahayaan rumah dalam jangka panjang.
-
Pasang sakelar dimmer
Sakelar dimmer memungkinkan tingkat pencahayaan disesuaikan dengan kebutuhan. Lampu tidak harus selalu digunakan pada tingkat kecerahan maksimal jika kondisi ruangan tidak membutuhkannya.
Pengaturan intensitas cahaya juga dapat menciptakan suasana yang lebih nyaman di dalam rumah. Pada saat yang sama, penggunaan daya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pencahayaan.
-
Gunakan smart power strip
Perangkat elektronik seperti televisi, komputer, dan pengeras suara dapat tetap menggunakan sejumlah daya ketika berada dalam kondisi standby.
Konsumsi tersebut sering disebut sebagai vampire power atau daya siluman. Penggunaan daya seperti ini diperkirakan menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen dari konsumsi energi rumah tangga.
Dalam perhitungan yang dicantumkan sumber, konsumsi tersebut dapat mencapai sekitar 100 dolar AS atau sekitar Rp1,7 juta per tahun.
Untuk mengurangi konsumsi tersebut, penghuni rumah dapat menggunakan smart power strip. Stopkontak dengan sakelar manual juga dapat digunakan untuk memutus aliran listrik secara total ketika perangkat tidak sedang digunakan.
Penghematan listrik dimulai dari kebiasaan kecil
Menekan tagihan listrik tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Banyak langkah yang dapat dilakukan dengan mengubah kebiasaan penggunaan perangkat sehari-hari.
Beberapa langkah utama yang dapat menjadi prioritas antara lain:
-
Mengatur suhu AC ketika rumah kosong atau saat tidur.
-
Merawat filter AC dan kumparan kulkas secara berkala.
-
Menempatkan kulkas jauh dari sumber panas.
-
Mengurangi durasi penggunaan air panas.
-
Menggunakan perangkat rumah tangga dengan label efisiensi energi.
-
Mengganti lampu pijar dengan LED.
-
Memutus aliran listrik perangkat yang tidak digunakan.
Selain melakukan perubahan di dalam rumah, masyarakat juga dapat menghubungi layanan pelanggan penyedia listrik setempat. Langkah tersebut dapat membantu mengetahui apakah terdapat program diskon, bantuan, atau skema pembayaran tertentu yang dapat membuat pengeluaran listrik lebih mudah diprediksi.
Pada akhirnya, penghematan listrik bergantung pada kombinasi antara efisiensi perangkat dan kebiasaan penggunaannya. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi energi yang terbuang dan menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
(seo)



























