Logo Bloomberg Technoz

China dan Rusia membentuk SCO pada awal 2000-an sebagai penyeimbang geopolitik dan ekonomi terhadap AS. Namun, blok tersebut juga mencakup negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Washington, seperti Pakistan, yang berstatus sebagai sekutu utama non-NATO AS dan menjadi mediator utama dalam upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

SCO mendorong tatanan dunia multipolar yang tidak terlalu berpusat pada AS dan ingin meningkatkan perdagangan menggunakan mata uang selain dolar AS—dua tujuan yang telah lama diperjuangkan Iran.

Dalam pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (1/9), Pezeshkian mengatakan partisipasi negaranya dalam SCO dan BRICS bertujuan untuk “melawan unilateralisme,” menurut Student News Network Iran.

Belum ada kesepakatan konkret yang diumumkan di Kirgistan terkait Iran. Namun, diplomasi publik tersebut kembali menunjukkan betapa sulitnya pemerintahan Presiden AS Donald Trump memaksa Republik Islam membuat konsesi dalam perang mereka dengan cara menekan perekonomian Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dalam tulisannya di Financial Times, berjanji melancarkan “serangan finansial terbesar yang pernah dikerahkan” dalam upaya mendorong pemerintah-pemerintah, baik sekutu Washington maupun bukan, untuk “memutus konektivitas finansial dan komersial Iran yang tersisa.”

Sejauh ini, negara-negara seperti China—yang biasanya menjadi pembeli utama minyak Iran—Pakistan, dan Turki telah menolak gagasan untuk mengakhiri hubungan perdagangan dan bisnis dengan Iran atau tidak menggubris ancaman tersebut.

Blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan kampanye pengeboman Washington pada awal tahun telah menimbulkan kerusakan parah terhadap perekonomian Republik Islam tersebut. Inflasi berada di kisaran 80%, nilai mata uang Iran melemah tajam, sementara angka pengangguran melonjak.

Pezeshkian, yang dipandang sebagai salah satu tokoh moderat dalam kepemimpinan Iran, dalam beberapa pekan terakhir mengatakan Teheran harus mengakhiri perang untuk meringankan tekanan terhadap perekonomian. Namun, dia dan sejumlah pejabat lainnya mengisyaratkan bahwa Iran hanya akan kembali ke meja perundingan setelah AS mencabut blokadenya dan menerima nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani pada Juni. Kedua pihak saling menuduh telah melanggar ketentuan dalam kesepakatan tersebut.

Kehadiran Pezeshkian dalam KTT tersebut “membawa pesan politik yang jelas: Iran sedang memperkuat hubungannya dengan struktur Asia dan Eurasia serta upaya untuk menghadapi tekanan ekonomi,” tulis surat kabar Iran, Shargh, pada Selasa. “Dalam kondisi tekanan maksimum, Teheran berupaya memantapkan dirinya sebagai pemain penting dalam jaringan ekonomi, transit, dan geopolitik Eurasia.”

(bbn)

No more pages