UMKM Jadi Fondasi, Kredit BRI Tumbuh 16,2%

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis perseroan. Di tengah ekspansi pembiayaan ke berbagai segmen, BRI tetap mempertahankan fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui portofolio kredit UMKM.
Komitmen tersebut tercermin dari kinerja pembiayaan hingga akhir Triwulan II 2026. Berdasarkan paparan Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Jakarta, Senin (31/8), kredit UMKM BRI tumbuh 8,6% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp1.235,4 triliun.
Besarnya portofolio tersebut menunjukkan posisi UMKM yang tetap dominan dalam struktur pembiayaan BRI. Perseroan menilai penguatan sektor tersebut menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan berkelanjutan sekaligus upaya memperluas dampak ekonomi di tengah masyarakat.
BRI selama ini menempatkan UMKM sebagai core business. Strategi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan mendorong pelaku UMKM naik kelas.
Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, besarnya porsi pembiayaan UMKM berjalan beriringan dengan strategi pemberdayaan yang dilakukan secara menyeluruh. Pendekatan tersebut mencakup berbagai lapisan, mulai dari desa hingga individu pelaku usaha.
“Dukungan tersebut dibangun melalui pendekatan pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku usaha individu. Melalui Desa BRILiaN, BRI telah memberdayakan lebih dari 5.700 desa dengan fokus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus memperkuat kapasitas dan kelembagaan desa,” ujar Aquarius.
Pendekatan berbasis pemberdayaan tersebut menjadi salah satu cara BRI memperkuat fondasi ekonomi di tingkat akar rumput. Melalui pengembangan potensi lokal, perseroan mendorong desa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mengembangkan aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
BRI Bangun Ekosistem UMKM dari Desa hingga Digital
Pada tingkat komunitas usaha, BRI menjalankan program Klasterku Hidupku yang saat ini telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat pelaku usaha melalui pendekatan berbasis kelompok.
Pengembangan komunitas dinilai penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga membutuhkan peningkatan kapasitas dan konektivitas dengan ekosistem usaha. Dengan pendekatan tersebut, pelaku usaha diharapkan memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan bisnis.
BRI juga memperluas jangkauan pemberdayaan melalui kanal digital. Platform LinkUMKM kini telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM, sehingga akses terhadap berbagai layanan dan informasi pengembangan usaha dapat dilakukan dengan cakupan yang semakin luas.
Digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekosistem UMKM. Dengan dukungan platform digital, proses pemberdayaan dapat menjangkau pelaku usaha dalam jumlah besar sekaligus memberikan akses terhadap berbagai kebutuhan pengembangan bisnis.
Di sisi lain, BRI tetap mempertahankan pendekatan pendampingan secara langsung melalui Rumah BUMN. Hingga Juni 2026, sekitar 596 ribu pelaku UMKM telah bergabung dalam ekosistem tersebut.
Kehadiran Rumah BUMN melengkapi pendekatan digital yang dilakukan BRI. Pendampingan secara langsung memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh penguatan kapasitas usaha sekaligus membangun koneksi dengan ekosistem bisnis yang lebih luas.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa strategi BRI terhadap UMKM tidak berhenti pada fungsi intermediasi keuangan. Perseroan juga mengambil peran sebagai penggerak ekosistem yang membantu pelaku usaha membangun kapasitas dan meningkatkan skala bisnis.
Aquarius menegaskan bahwa pemberdayaan tersebut pada akhirnya diarahkan untuk menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku UMKM. Peningkatan kapasitas usaha diharapkan dapat berlanjut pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.
“Pada akhirnya, pertumbuhan usaha tersebut diharapkan turut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujar Aquarius.
Strategi tersebut menjadi semakin relevan ketika pertumbuhan kredit UMKM berjalan seiring dengan kinerja BRI Group yang tetap solid. Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI Group tercatat mencapai Rp2.352 triliun.
Nilai tersebut tumbuh 11,7% YoY. Pada periode yang sama, penyaluran kredit BRI Group meningkat 16,2% YoY menjadi Rp1.646 triliun.
Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa ekspansi bisnis BRI berlangsung di tengah penguatan pembiayaan kepada sektor UMKM. Dengan portofolio kredit UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun, segmen tersebut tetap menjadi salah satu pilar utama dalam struktur bisnis perseroan.
Dari sisi profitabilitas, BRI juga mencatatkan kinerja positif. Laba bersih konsolidasian hingga Triwulan II 2026 mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kombinasi pertumbuhan kredit, peningkatan aset, serta laba bersih tersebut menjadi pijakan bagi BRI untuk melanjutkan strategi penguatan ekonomi kerakyatan. Perseroan berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kontribusi terhadap sektor produktif.
Bagi BRI, pemberdayaan UMKM merupakan proses yang perlu dibangun secara berkelanjutan. Mulai dari penguatan ekonomi desa, pengembangan komunitas usaha, pendampingan langsung, hingga pemanfaatan teknologi digital, seluruh pendekatan diarahkan untuk membentuk ekosistem yang mendukung pertumbuhan pelaku usaha.
Dengan model tersebut, BRI tidak hanya menempatkan UMKM sebagai penerima pembiayaan, tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem pertumbuhan ekonomi. Penguatan kapasitas usaha diharapkan menciptakan lebih banyak pelaku UMKM yang mampu berkembang, meningkatkan skala bisnis, serta terhubung dengan pasar dan ekosistem ekonomi yang lebih luas.
Langkah tersebut sekaligus mempertegas posisi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam menjalankan fungsi intermediasi sekaligus pemberdayaan. Ketika pembiayaan dan pendampingan berjalan beriringan, pertumbuhan UMKM diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Ke depan, fokus terhadap sektor UMKM menjadi bagian strategis dari perjalanan pertumbuhan BRI. Dengan dukungan pembiayaan dan ekosistem pemberdayaan yang semakin luas, perseroan berupaya memastikan pertumbuhan bisnis tetap memiliki keterkaitan kuat dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
































