Strategi BRI (BBRI) Jaga Likuiditas
Cahya Puteri Abdi Rabbi
31 August 2026 12:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat loan to deposit ratio (LDR) sebesar 90,8% pada Juni 2026. Di tengah dinamika likuiditas industri perbankan, BRI memilih menjaga ekspansi intermediasi dengan memastikan pertumbuhan kredit tetap sejalan dengan kemampuan menghimpun dana.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengatakan bahwa LDR industri perbankan berada di level 88,3% pada kuartal II 2026. Dengan LDR BRI yang berada di 90,8%, perseroan menilai kondisi likuiditas masih memadai.
Namun, BRI tetap mewaspadai perkembangan likuiditas hingga akhir tahun. Posisi tersebut menjadi perhatian karena ekspansi kredit BRI tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).
“Kalau kita lihat angka tadi 88,3% kemudian BRI-nya 90,8%, sebenarnya likuiditas perbankan nasional ini pasti bisa kita katakan pada level yang memadai. Namun demikian kita tentunya masih harus terus mewaspadai terkait dengan dinamika likuiditas sampai dengan akhir tahun,” ujar Viviana dalam konferensi pers Paparan Kinerja Triwulan II 2026 secara daring pada Senin (31/8/2026).
Sementara itu, hingga Juni 2026, kredit BRI tumbuh 16,2% secara tahunan menjadi Rp1.646 triliun. Segmen UMKM tetap menjadi penopang utama dengan portofolio mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6%.





























