Logo Bloomberg Technoz

Destry Damayanti dan Pekerjaan Rumah BI yang Menantang

Redaksi
01 September 2026 11:25

Calon Gubernur BI Destry Damayanti bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Calon Gubernur BI Destry Damayanti bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sebagai calon tunggal, perjalanan Destry Damayanti menuju kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) tampaknya cukup mulus. Usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi XI DPR, pada Rabu (26/8/2026), hasil uji tersebut akan dibawa ke Sidang Paripurna untuk disahkan hari ini (1/9/2026). 

Namun, sejatinya perjalanan Destry baru saja dimulai dengan sejumlah pekerjaan rumah yang lebih kompleks daripada sekadar menentukan apakah BI Rate harus dipertahakan, diturunkan, atau dinaikkan. 

Sebagai nakhoda baru BI, Destry akan berhadapan dengan 'gelombang' yang akan menguji kemampuannya dalam menentukan arah haluan 'kapal' moneter Indonesia: bagaimana menjaga rupiah tanpa terlalu banyak menguras cadangan devisa, bagaimana mengurangi ketergantungan terhadap instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan juga bagaimana memperbaiki kualitas neraca BI. 


Kinerja rupiah sepanjang 2026 menjadi mata uang terlemah di Asia, dengan depresiasi 5,81% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ditambah adanya tuntutan untuk menyeimbangkan kebijakan moneter demi mendukung pertumbuhan ekonomi. Belum lagi, ekspektasi pelaku pasar yang cukup tinggi kepada Destry untuk dapat menjaga independensi bank sentral. 

Dalam konteks ini, Destry mengatakan akan memastikan independensi BI sambil terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mencapai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.