Catatan Perjalanan & Prestasi Tim Cook sebagai CEO Apple
Merinda Faradianti
01 September 2026 12:16

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tim Cook resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO Apple Inc. pada 1 September 2026. Selama 15 tahun memimpin perusahaan, Tim Cook meninggalkan Apple dengan skala bisnis dan nilai pasar yang jauh lebih besar dibanding saat pertama kali ditunjuk menggantikan Steve Jobs.
Ketika Tim Cook resmi menjadi CEO pada 24 Agustus 2011, kapitalisasi pasar Apple berada di kisaran US$347 miliar (sekitar Rp6.140 triliun). Kini, di penghujung masa kepemimpinannya, kapitalisasi pasar perusahaan telah mencapai sekitar US$4,6 triliun atau sekitar Rp81.400 triliun.
Jika Steve Jobs dikenal sebagai sosok yang menempatkan inovasi produk sebagai pusat strategi Apple, Tim Cook membawa perusahaan ke arah yang berbeda. Tim Cook membangun mesin operasional yang lebih besar, memperkuat rantai pasok, mengoptimalkan manufaktur, dan memperluas sumber pendapatan Apple.
Tim Cook sendiri bergabung dengan Apple pada 1998 atas ajakan Jobs untuk membenahi operasional perusahaan. Dari posisi tersebut, ia membangun sistem rantai pasok yang kemudian menjadi salah satu keunggulan utama perusahaan.
Strategi Tim Cook Membesarkan Apple
Tim Cook merombak strategi manufaktur Apple dengan menutup sejumlah gudang dan mengalihkan produksi kepada mitra eksternal, terutama di Asia. Strategi tersebut membuat Apple lebih fleksibel, menekan biaya, sekaligus meningkatkan kemampuan perusahaan memproduksi perangkat dalam skala besar.
Ia juga dikenal agresif dalam bernegosiasi dengan pemasok dan mengamankan komponen penting jauh sebelum produk diluncurkan. Fokus tersebut membuat Apple berkembang menjadi salah satu perusahaan dengan sistem rantai pasok paling efisien di industri teknologi.
Strategi itu semakin penting karena Apple sangat bergantung pada jaringan manufaktur di Asia. China, misalnya, tidak hanya menjadi pusat produksi dengan ribuan mitra manufaktur, tetapi juga salah satu pasar terbesar Apple.































