Fondasi pertumbuhan itu nyata. Chainalysis menempatkan Indonesia di tujuh besar dunia, tertinggi di Asia Tenggara, dalam adopsi aset digital. Pada saat yang sama, pasar modal Indonesia berdiri di titik awal pertumbuhan jangka panjangnya. Dengan lebih dari 280 juta penduduk dan usia median sekitar 30 tahun, sebagian besar masyarakat baru akan melakukan
investasi pertamanya. Teknologi memastikan pertumbuhan itu dapat dinikmati secara lebih merata, bukan hanya oleh segelintir orang.
Lebih dari sekadar peluang ekonomi, pertumbuhan Ajaib secara fundamental terikat dengan aspirasi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dengan memberdayakan jutaan rakyat Indonesia untuk menjadi pemilik aset di ekonomi mereka sendiri, Ajaib turut memperkokoh fondasi finansial bagi bangsa yang lebih mandiri dan sejahtera.
“Komunitas saham dan kripto di Indonesia itu luar biasa, mungkin yang paling semangat belajar di dunia,” kata Sumarli. “Pasar saham Indonesia, saham Amerika, dan kripto belakangan mulai menunjukkan tanda-tanda awal penguatan, jadi wajar kalau banyak yang bersemangat. Pesan saya santai saja, cuan itu datang dari sabar, belajar, dan konsisten, bukan dari FOMO. Tugas kami memastikan begitu kalian siap mulai, semuanya aman, murah, dan gampang.”
“Ekonomi kita tumbuh sekitar lima persen setiap tahun. Pertanyaannya, siapa yang menikmati pertumbuhan itu?” kata Sumarli. “Menurut saya, pasar modal dan pasar aset digital adalah cara terbaik untuk mendistribusikan pertumbuhan ekonomi ke semua orang karena siapa pun bisa ikut memiliki dan tumbuh bersama perusahaan serta aset, di Indonesia maupun di seluruh dunia. Karena itu edukasi menjadi sangat penting, semakin banyak orang paham, semakin merata hasil pertumbuhan itu dirasakan.”
Ajaib menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, Bank Indonesia, dan Bappebti atas kerangka regulasi yang progresif serta inisiatif strategis yang membuka lebar pintu bagi investasi asing dan pengembangan teknologi baru. Kepercayaan investor global tidak lahir dengan sendirinya; ia tumbuh dari kepastian hukum, pengawasan yang sehat, dan keterbukaan terhadap inovasi dan dalam hal ini, Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan.
“Jujur saja, perjalanan membangun usaha ini tidak mudah sama sekali, banyak jatuh-bangun yang tidak terlihat dari luar,” kata Sumarli. “Tapi berkat dukungan jutaan nasabah kami, hari ini kami bisa sampai di titik ini. Jadi pencapaian ini milik mereka juga.”
Investasi ini juga akan memperluas perekrutan Ajaib di Indonesia. Ajaib meyakini kualitas talenta dalam negeri setara dengan yang terbaik di dunia, dan bahwa Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat teknologi Asia Tenggara. Ajaib berharap kepercayaan sebesar ini turut membuka jalan bagi lebih banyak modal global masuk ke sektor teknologi Indonesia — termasuk ke bidang kecerdasan buatan (AI) dan pusat data (data center) — serta menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi anak bangsa.
Sebagai kelompok usaha yang beroperasi secara regional, dana investasi ini akan dialokasikan ke berbagai lini bisnis Ajaib di Asia Tenggara. “Harapan kami, porsi terbesar dari investasi ini terus tertanam di Indonesia,” kata Sumarli. “Selama pemerintah dan regulator terus membuka ruang bagi inovasi seperti selama ini, di sinilah komitmen kami akan terus tumbuh. Kami berkomitmen untuk terus membangun bersama Indonesia.”
(tim)
































