Logo Bloomberg Technoz

Minat Kripto Naik, Ini Panduan Trading Bitcoin bagi Pemula


Bitcoin Melambung Melewati $120.000 Saat Kongres AS Memulai 'Pekan Kripto' (Paul Yeung/Bloomberg)
Bitcoin Melambung Melewati $120.000 Saat Kongres AS Memulai 'Pekan Kripto' (Paul Yeung/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bitcoin semakin populer di Indonesia. Bukan cuma sebagai aset investasi jangka panjang, banyak juga yang mulai melirik trading Bitcoin (BTC) untuk meraih keuntungan dari fluktuasi harganya. Tapi bagi pemula, dunia kripto sering terasa membingungkan dengan istilah-istilah seperti HODL, leverage, atau support resistance.

Tenang, kamu tidak sendirian. Semua trader profesional pun pernah memulai dari nol. Yang membedakan adalah mereka belajar cara trading Bitcoin untuk pemula dengan benar sebelum mempertaruhkan uang sungguhan. Artikel ini akan memandumu langkah demi langkah, dari pengertian dasar sampai praktik trading yang aman. Yuk, kita mulai!

Apa Itu Trading Bitcoin

Trading Bitcoin adalah aktivitas jual beli Bitcoin dalam jangka pendek hingga menengah untuk memanfaatkan pergerakan harganya. Tujuan utamanya adalah meraih capital gain—keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual.


Berbeda dengan investasi biasa yang bisa dilakukan kapan saja, trading Bitcoin punya karakteristik unik. Pasar kripto buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa libur. Artinya, pergerakan harga bisa terjadi kapan saja, siang atau malam. Volatilitasnya juga tinggi—harga bisa naik atau turun drastis dalam hitungan jam.

Faktor yang mempengaruhi harga Bitcoin antara lain:

  • Supply dan demand: Jumlah Bitcoin dibatasi 21 juta, sementara peristiwa halving (pengurangan hadiah penambang) terjadi setiap 4 tahun sekali mengurangi laju suplai baru 

  • Sentimen pasar: Adopsi institusi, berita regulasi, atau data ekonomi global seperti inflasi dan suku bunga The Fed 

  • Perkembangan teknologi: Pembaruan jaringan atau kemitraan besar 

Perbedaan Trading dan Investasi BTC