Pembicaraan masih berlangsung, dan ketentuan kesepakatan apa pun masih bisa berubah, tambah mereka.
Gedung Putih menolak berkomentar. Seorang pejabat Kementerian Informasi Venezuela tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Axios sebelumnya melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang berdiskusi dengan pemerintah sementara Venezuela mengenai pengambilan porsi kepemilikan atas sumber daya minyak negara tersebut.
Meskipun kesepakatan semacam itu akan menandai intervensi yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya oleh AS dalam perekonomian negara lain, langkah ini juga sejalan dengan apa yang disebut sebagai Doktrin Monroe ala Donald Trump untuk memperluas pengaruh Amerika di belahan bumi barat.
Dia pernah menggambarkan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 dan menyatakan bahwa AS mengendalikan minyak mentah negara itu.
Langkah ini juga selaras dengan pendekatan bisnis yang semakin intervensionis di bawah kepemimpinan Trump, yang pemerintahannya telah mengambil porsi kepemilikan di berbagai perusahaan, mulai dari Intel Corp. hingga produsen logam tanah jarang MP Materials Corp. dan Lithium Americas Corp.
Trump juga mengincar sumber daya alam di luar negeri. Tahun lalu, pemerintahannya membentuk dana investasi bersama dengan Ukraina yang didukung oleh pendapatan dari proyek mineral, minyak, dan gas alam negara tersebut.
Pembicaraan mengenai Venezuela ini menyusul penangkapan pemimpin otoriter Nicolás Maduro oleh pasukan AS pada Januari dan penunjukan kepemimpinan yang lebih kooperatif di Caracas.
Menguasai cadangan minyak Venezuela yang besar akan meningkatkan pasokan minyak AS di tengah volatilitas pasar yang tinggi akibat ketegangan terkait Iran dan langkah Teheran untuk menghambat pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.
Sejak penangkapan Maduro, Washington telah mengendalikan penjualan minyak Venezuela sembari melonggarkan sanksi agar perusahaan-perusahaan AS dan kontraktor ladang minyak dapat beroperasi di negara tersebut.
AS belum mengungkapkan berapa besar pendapatan yang telah diperolehnya dari penjualan minyak mentah Venezuela sejauh ini.
Produksi minyak Venezuela telah meningkat hampir 300.000 barel per hari sejak lengsernya Maduro, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.
Peningkatan produksi lebih lanjut dapat terjadi setelah produsen asing merampungkan kontrak baru dengan pemerintahan Delcy Rodriguez.
Raksasa layanan ladang minyak SLB dan produsen independen Hunt Oil Co. telah menandatangani kontrak dengan pemerintah Venezuela bulan ini.
Kemungkinan Pemerintah AS mengambil kepemilikan langsung dalam proyek-proyek minyak Venezuela menyoroti bagaimana industri ini mengalami perubahan drastis di tengah masa transisi politik.
Perusahaan-perusahaan minyak raksasa internasional cenderung bersikap hati-hati terhadap Venezuela, sementara perusahaan pengeboran independen dan investor yang lebih berani mengambil risiko justru terjun memanfaatkan peluang yang oleh banyak pihak dianggap sebagai kesempatan terbesar di sektor minyak sejak runtuhnya Uni Soviet.
Salah satu tokoh kunci yang muncul adalah Alejandro Betancourt.
Pengusaha yang meraup kekayaan dari penjualan turbin pembangkit listrik ini telah tampil sebagai sosok penghubung bagi pemerintahan Trump dalam mempromosikan kesepakatan bertema "America First" di tengah absennya proses tender kompetitif, sembari memperkuat bisnisnya sendiri di negara yang pernah menjadi produsen minyak mentah terbesar di Amerika Latin tersebut.
(bbn/wdh)




























