Seluruh pendapatan EMAS itu berasal dari penjualan ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Kenaikan pendapatan itu ikut mendorong beban pokok pendapatan ke level US$17,39 juta. Dengan demikian, laba kotor yang tersisa pada periode ini sekitar US$13,46 juta.
Hanya saja, beban umum dan administrasi EMAS ikut lompat ke level US$10,57 juta dari posisi sebelumnya US$3,52 juta. Konsekuensinya laba usaha EMAS tersisa US$2,88 juta.
Belakangan, EMAS mulai merugi setelah komponen laba itu dikurangi beban keuangan, dan beban lain-lain bersih. Rugi sebelum pajak penghasilan EMAS justru relatif naik menjadi US$14,88 juta.
Dari sisi neraca, EMAS mencatatkan kenaikan jumlah liabilitas hampir dua kali lipat ke level US$602,76 juta selama enam bulan terakhir.
Hanya saja, posisi ekuitas justru susut ke level US$361,56 juta dari posisi akhir Desember 2025 sebesar US$380,93 juta.
Di sisi lain, jumlah aset EMAS mencapai US$964,32 juta, berasal dari aset lancar US$123,39 juta dan aset tidak lancar US$840,93 juta.
(red)




























