Logo Bloomberg Technoz

Jelang Lapkeu Semester I, Cek Target dan Rekomendasi Saham ANTM

Muhammad Julian Fadli
13 August 2026 15:09

Pekerja mengoperasikan alat berat saat melakukan pengeboran di tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) di Pongkor, Jawa Barat./Bloomberg-Dadang Tri
Pekerja mengoperasikan alat berat saat melakukan pengeboran di tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) di Pongkor, Jawa Barat./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menjelang rilis laporan keuangan (lapkeu) semester I-2026 emiten PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), OCBC Sekuritas Indonesia tegas menyematkan rekomendasi beli (buy). Analis OCBC Sekuritas Devi Harjoto mengestimasikan ANTM segera membukukan EBITDA sebesar Rp9,8 triliun pada semester I–2026, seiringan dengan nilai pendapatan yang diproyeksikan meningkat 3,1% year–on–year menjadi Rp60,8 triliun.

Pencapaian tersebut utamanya didukung oleh pendapatan bijih nikel yang lebih tinggi menyusul kenaikan average selling price (harga jual rata-rata/ASP) berdasarkan formula Harga Patokan Mineral (HPM) yang baru.

Lebih jauh, Devi menilai secara kuartalan pendapatan emas diprediksi bertumbuh 2% quarter–on–quarter/qoq menjadi Rp24,4 triliun. Sementara pendapatan bijih nikel diestimasikan bisa mencapai Rp4,7 triliun, melesat 23,4% qoq, terutama ditopang oleh harga jual yang lebih tinggi di tengah volume penjualan yang relatif datar.


Selain itu, pendapatan penjualan FeNi diproyeksikan hampir dua kali lipat, berkat ASP dan volume penjualan yang kuat secara kuartalan pada kuartal II–2026.

Pendapatan Tayan CGA juga diproyeksikan mencapai Rp526,6 miliar (menguat 8,3% qoq), didukung oleh ASP yang tetap kuat, yang diperkirakan mencapai US$580/ton, serta volume penjualan yang lebih tinggi.