Massa dari kelompok AMPB sebagian besar memakai pakaian hitam-hitam. Beberapa rombongan dari kelompok ini nampak menuju ke sejumlah bus yang terparkir di sisi kawasan DPR.
Meski demikian, berdasarkan pantauan, memang ada beberapa massa yang masih bertahan di lokasi. Belum ada konfirmasi apakah kelompok ini adalah bagian dari AMPB atau kelompok lainnya.
Namun, kelompok ini memang sempat memicu situasi ricuh dengan melakukan pelemparan barang ke dalam kawasan Gedung DPR. Selain itu, beberapa orang di antaranya juga memicu pembakaran ban dan barang-barang di tengah ruas Jalan Gatot Soebroto tersebut.
“Kita tetap memberikan rasa aman di sini. Bukan hanya di lokasi, termasuk juga keamanan, keselamatan berlalu lintas. Karena kita tahu, bukan hanya di jalur ini, dan di lingkaran ini pun kita memberikan rasa aman,” kata Reynold.
“Saat ini tadi yang kita ketahui bersama, ada yang membawa senjata tajam dan ada yang melakukan copet. Dan itu sudah kita amankan."
Menurut dia, polisi akan tetap berjaga di depan Gedung DPR. Berdasarkan informasi, aksi unjuk rasa di lokasi tersebut akan dilanjutkan dari Mahasiswa UT. Berdasarkan izin yang disampaikan ke Polda Metro Jaya, perwakilan mahasiswa menyebut ada sekitar 200-250 orang yang akan terlibat dalam aksi demo tersebut.
"[Seharusnya pukul 13.00 sampai dengan 14.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto.
“Kita akan fasilitasi dan kawal secara bersama agar aspirasi ini dapat tersampaikan dengan baik, dengan aman, damai, dan sesuai dengan apa yang diharapkan dan diinginkan dari rekan-rekan peserta aksi."
(fik/frg)






























