Logo Bloomberg Technoz

Untitled (Nets) yang dibuat pada 1959 menjadi karya Kusama dengan harga lelang tertinggi. Lukisan dari seri awal Infinity Nets tersebut terjual di Phillips New York pada Mei 2022 dengan harga US$10,496 juta atau jika dirupiahkan dengan kurs sekarang sekitar Rp186,7 miliar.

Karya tersebut merupakan bagian dari seri jaring putih yang menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan artistik Kusama. Pola jaring yang berulang memenuhi permukaan kanvas dan menciptakan kesan visual tanpa batas.

Penjualan tersebut juga mencetak rekor harga lelang baru bagi Kusama pada saat itu.

2. A Flower — US$10,075 juta

Karya A Flower mencatat harga US$10,075 juta dalam lelang Christie's Hong Kong pada November 2022. Harga tersebut setara dengan HK$78,125 juta atau jika dirupiahkan dengan kurs sekarang sekitar Rp179,2 miliar.

Karya tersebut menjadi salah satu lukisan Kusama dengan nilai tertinggi di pasar lelang. Motif bunga merupakan salah satu tema yang berulang dalam karya sang seniman, berdampingan dengan polkadot dan pola berulang yang menjadi ciri khasnya.

3. Pumpkin (LPASG) — US$8 juta

Pumpkin (LPASG) merupakan karya Kusama yang memadukan dua elemen paling ikonik dalam praktik seninya, yakni labu dan polkadot.

Karya yang dibuat pada 2013 tersebut terjual di Christie's Hong Kong pada Desember 2021 dengan harga sekitar US$8 juta atau sekitar Rp142,3 miliar. Pola polkadot pada permukaan labu menjadi salah satu representasi paling mudah dikenali dari karya Kusama.

Labu sendiri memiliki posisi penting dalam perjalanan artistiknya. Kusama pernah menjelaskan ketertarikannya terhadap labu karena bentuknya memberikan perasaan nyaman dan mengingatkannya pada pengalaman masa kecil.

4. Pumpkin (L) — US$8 juta

Karya lain yang mencapai harga sekitar US$8 juta adalah Pumpkin (L) yang dibuat pada 2014. Karya tersebut terjual di Sotheby's Hong Kong pada April 2023. Sotheby's mencatat Pumpkin (L) sebagai salah satu penjualan tertinggi Kusama dalam periode 2018 hingga paruh pertama 2023.

Patung labu merupakan salah satu motif paling terkenal dari Kusama. Bentuk sederhana labu dipadukan dengan pola titik-titik berulang sehingga menghasilkan karya yang sekaligus playful dan khas.

5. Interminable Net #4 — US$8 juta

Interminable Net #4 dibuat pada 1959 dan merupakan salah satu karya awal Kusama dalam seri Infinity Nets. Lukisan tersebut terjual di Sotheby's Hong Kong pada April 2019 seharga HK$62,4 juta atau sekitar US$8 juta.

Lukisan tersebut menampilkan jaring putih yang memenuhi permukaan kanvas. Karya ini dianggap penting karena berasal dari periode awal Kusama ketika ia mulai mengembangkan bahasa visual berupa pola yang repetitif dan tak berujung.

Sotheby's menyebut karya tersebut sebagai salah satu karya langka dari periode paling transformatif dalam karier Kusama. Penjualan itu juga sempat menjadi rekor lelang baru bagi sang seniman pada 2019.

Selain lima karya tersebut, karya Kusama lainnya juga terjual dengan harga tinggi. Pada 2024, misalnya, lukisan Infinity yang menggabungkan motif Infinity Nets dan polkadot terjual di Bonhams Hong Kong seharga HK$46,434 juta atau sekitar US$6 juta.

Kepergian Kusama menutup perjalanan panjang salah satu seniman Jepang paling berpengaruh dalam seni kontemporer. Yayoi Kusama Inc. menyebut sang seniman terus melukis hingga hari-hari terakhir hidupnya dan tetap mengeksplorasi tema cinta abadi serta jiwa.

(dec)

No more pages