Logo Bloomberg Technoz

Esther menambahkan bahwa WhatsApp menggunakan berbagai sinyal yang dipelajari sistem untuk mendeteksi perilaku pengguna yang dianggap melanggar ketentuan layanan. Sistem tersebut digunakan antara lain untuk menangkap aktivitas seperti spam dan penyalahgunaan platform.

Namun, dalam proses tersebut terjadi kesalahan sehingga sistem turut memblokir sejumlah akun pengguna yang sebenarnya tidak melakukan pelanggaran. "Dalam proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini, sistem kami kemudian melakukan kesalahan dalam menangkap akun-akun yang tidak baik," Esther mengakui.

Esther mengatakan WhatsApp telah melakukan mitigasi untuk mengembalikan akun-akun yang terdampak akibat kesalahan pemblokiran tersebut. "Kami juga menyadari bahwa dampak terjadi terhadap akun-akun yang asli. Kami bersimpati karena kami sangat sadar bahwa WhatsApp digunakan oleh masyarakat Indonesia secara sangat luas untuk keseharian," jelas dia.

Esther memastikan kegagalan sistem bukan merupakan tindakan yang secara khusus menargetkan pengguna di Indonesia, atau terjadi secara global. "Ini memang kesalahan sistem yang terjadi secara global dan tidak ada upaya untuk menarget Indonesia di sini," kata Esther.

Untuk pengguna yang masih terdampak, WhatsApp menyediakan mekanisme banding melalui aplikasi. Esther mengatakan setiap pengajuan banding akan ditinjau oleh WhatsApp dalam waktu kurang dari 24 jam.

"Untuk pengguna yang masih sampai saat ini terdampak bisa langsung melakukan banding di dalam aplikasi dan proses tersebut akan ditinjau oleh WhatsApp dalam kurang dari 24 jam," ujarnya.

Tambahan Passkey Diklaim Pertebal Keamanan

Di tengah persoalan pemblokiran akun tersebut, WhatsApp sebelumnya mengaku mempertebal fitur keamanan akun bagi penggunanya. Salah satu fitur yang kini digunakan lebih dari 1 miliar orang adalah passkey. Passkey memungkinkan pengguna untuk kembali masuk ke WhatsApp menggunakan sidik jari, Face ID, atau kode penguncian layar. Fitur tersebut memungkinkan pengguna melakukan verifikasi tanpa menggunakan kode ataupun PIN.

WhatsApp menyebut pengguna perangkat Android dan iOS kini juga dapat menambahkan lebih dari satu passkey ke akun. Pengaturan passkey dapat dilakukan melalui menu Pengaturan, Akun, kemudian Passkey. Selain passkey, WhatsApp memperkuat fitur verifikasi dua langkah. Sebelumnya, pengguna menggunakan PIN enam digit sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk mencegah pengambilalihan akun.

Kini, WhatsApp meningkatkan sistem tersebut dengan memungkinkan penggunaan password atau kata sandi penuh yang lebih panjang, alfanumerik, dan dapat menggunakan karakter khusus sehingga lebih sulit ditebak.

(fik/wep)

No more pages