Logo Bloomberg Technoz

Jelang KTT Xi-Trump, AS Berencana Kenakan Tarif 7,5% ke China

News
26 August 2026 10:20

Donald Trump dan Xi Jinping bertemu di Beijing, China. dok: Bloomberg
Donald Trump dan Xi Jinping bertemu di Beijing, China. dok: Bloomberg

Lucille Liu dan Jenny Leonard - Bloomberg News

Bloomberg, Amerika Serikat (AS) bersiap mengenakan tarif sebesar 7,5% terhadap barang-barang asal China atas tuduhan kelebihan kapasitas manufaktur jelang pertemuan puncak (KTT) antara Xi Jinping dan Donald Trump bulan depan, menurut sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Langkah ini akan mengembalikan besaran tarif era periode kedua pemerintahan Trump atas China ke kisaran 20%, sebuah tingkatan yang sebelumnya disebut Beijing masih sejalan dengan kesepakatan gencatan senjata dagang mereka dengan Washington. Tarif baru ini melengkapi pungutan lain yang telah diterapkan selama masa jabatan pertama Trump dan dilanjutkan di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.


Kebijakan ini menjadi langkah terbaru Trump untuk menghidupkan kembali agenda perdagangan proteksionisnya setelah Mahkamah Agung AS membatalkan pajak impor yang sebelumnya ia tetapkan atas produk China dan puluhan negara lainnya, sembari tetap menjaga agar konflik dagang dengan Beijing tidak melampaui ambang batas yang telah disepakati.

Besaran tarif pasti masih belum difinalisasi, kata para sumber yang berbicara dalam kondisi anonim. Trump juga dikenal kerap menyampaikan tuntutan atau perubahan di menit-menit terakhir menjelang pengumuman kebijakan perdagangan. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah mengumumkan tarif yang lebih tinggi untuk China, tetapi menangguhkan sebagian di antaranya guna menekan besaran tarif efektif menjadi 7,5%, ungkap seorang sumber yang memahami pembahasan tersebut.