Logo Bloomberg Technoz

Arus Modal Topang Surat Utang RI, Yield Banyak Terpangkas

Tim Riset Bloomberg Technoz
24 August 2026 10:47

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan yield di pasar surat utang cenderung turun pada perdagangan Senin (24/8/2026), sejalan dengan stabilnya nilai tukar rupiah di kisaran Rp17.694/US$ pada pukul 10:26 WIB. 

Melansir data Bloomberg, permintaan cukup tinggi terhadap surat utang Indonesia terlihat pada tenor pendek hingga menengah. Sebaliknya, investor masih meminta premi tinggi pada tenor panjang. 

Dari 18 tenor yang terpantau, sebanyak 14 tenor mencatat penurunan yield. Penurunan yield paling tajam terjadi di tenor 9 tahun yang terpangkas 10,8 basis poin (bps) menjadi 6,98%, diikuti tenor 2 tahun yang merosot 6,8 bps menjadi 6,58%. 


Sementara yield tenor 4 tahun turun 3 bps menjadi 6,78%, dan tenor 20 tahun turun 3,1 bps menjadi 7,12%. Sedangkan tenor 5 tahun turun 2,5 bps ke 6,82%. 

Pergerakan yield di pasar surat utang. (Bloomberg)

Namun, pergerakan di pasar surat utang belum sepenuhnya bullish. Sebab di tenor acuan 10 tahun, yield justru tercatat naik 3,7 bps menjadi 6,99%, kembali mendekati level psikologis 7%. Kenaikan ini jadi sinyal bahwa investor masih meminta kompensasi yang lebih tinggi untuk menahan surat utang dengan durasi yang lebih panjang.