Logo Bloomberg Technoz

Skenario Demutualisasi BEI, Private Placement Lalu Lanjut IPO

Cahya Puteri Abdi Rabbi
12 August 2026 15:10

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan bahwa terdapat sejumlah mekanisme dalam proses demutualisasi, yakni private placement sebelum nantinya dilanjutkan dengan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, private placement dan IPO sama-sama menjadi opsi dalam proses demutualisasi. Namun, kedua mekanisme tersebut tidak akan dilakukan secara bersamaan.

Jeffrey menilai, IPO belum realistis dilakukan dalam waktu dekat karena membutuhkan proses dan persiapan yang tidak singkat. Karena itu, tahap awal demutualisasi kemungkinan dilakukan tanpa mekanisme IPO.


“Kalau kami melihat secara realistis tentu tidak mungkin kita bisa melakukan IPO dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, mungkin di tahap awal demutualisasi ini belum melalui mekanisme IPO,” kata Jeffrey dalam konferensi pers RUPSLB BEI secara daring pada Rabu (12/8/2026).

Setelah proses awal demutualisasi berjalan, BEI membuka peluang untuk melanjutkannya melalui IPO. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi opsi untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham bursa.