Logo Bloomberg Technoz

Selama Rupiah Pepet Rp18.000, Investor Asing Ogah Kembali

Redaksi
07 October 2026 14:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Valuasi saham RI, terutama kategori big caps, sudah cukup atraktif. Namun, depresiasi rupiah yang cukup dalam menghalangi niat investor asing untuk kembali mengalirkan dananya ke bursa saham domestik.

Alih-alih masuk, investor asing justru terus melakukan aksi jual bersih (net sell) demi menghindari kerugian kurs usai rupiah terdepresiasi hampir 7% sejak awal tahun terhadap dolar AS. 

Sepanjang September saja, net sell mencapai Rp10,24 triliun. Jika diakumulasikan sejak awal tahun, net sell investor asing bahkan mencapai Rp109 triliun sejak awal tahun hingga 6 Oktober 2026 (ytd).


Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia mengatakan, sumber masalahnya ada di sentimen global, kemudian rupiah terkena imbasnya. Depresiasi rupiah yang terjadi terus menerus dan signifikan membuat potensi kerugian kurs investor asing membesar.

"Asing hitung untung ruginya dalam dolar, bukan rupiah. Saham bank kita boleh saja murah, tapi kalau selama mereka pegang rupiahnya melemah, capital gain plus dividennya habis kemakan kurs begitu dikonversi balik," jelas Liza, dikutip Rabu (7/10/2026).