Logo Bloomberg Technoz

KRISIS ENERGI

Pasokan Minyak Kian Menipis Saat Serangan di Hormuz Marak Lagi

News
07 October 2026 14:20

Kilang minyak Tuapse milik Rosneft PJSC, salah satu yang terbesar di Rusia. (Bloomberg)
Kilang minyak Tuapse milik Rosneft PJSC, salah satu yang terbesar di Rusia. (Bloomberg)

Charles Gorrivan, Grant Smith, dan Alex Longley - Bloomberg News

Bloomberg, Para eksekutif industri minyak memperingatkan bahwa dunia semakin kehabisan langkah antisipasi untuk mengatasi dampak perang di Iran seiring konflik tersebut memasuki bulan kedelapan.

Sejak Februari, perang ini telah mengganggu lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, titik krusial yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.


Kendati demikian, kenaikan harga minyak mentah berjangka acuan tergolong sangat terbatas; harga minyak Brent bahkan diperdagangkan di kisaran US$100 per barel pada Rabu.

Hal ini sebagian disebabkan oleh fakta bahwa produsen dan konsumen telah mengerahkan hampir semua langkah yang tersedia untuk menyesuaikan diri dengan berkurangnya pasokan.