Logo Bloomberg Technoz

Pengambilan Keputusan Era AI, Etika & Filsafat Jadi Kebutuhan

Muhammad Fikri
21 August 2026 14:25

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.
Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut perusahaan teknologi mulai membutuhkan keahlian filsafat untuk menghadapi beragam persoalan etika dalam pengembangan dan penerapan kecerdasan buatan (AI).

Hal tersebut disampaikan Nezar dalam diskusi “PhiloConnect” yang digelar KAGAMA Filsafat di Rumah Kagama, Jakarta, Kamis (19/8/2026). Dalam forum tersebut, Nezar menilai perkembangan AI membuat persoalan filsafat dan etika semakin relevan, terutama karena teknologi tersebut mulai digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

“Semua decision making yang dibuat AI akan punya dimensi etika yang membutuhkan pertimbangan dari mereka yang belajar filsafat,” ujar Nezar dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026)


Menurut Nezar, perkembangan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknologi mengolah data. Algoritma pada dasarnya merupakan logika yang kemudian dipadukan dengan aritmatika dan matematika tingkat lanjut untuk menghasilkan analisis prediktif serta probabilitas.

Menurut dia, keputusan yang dihasilkan AI tetap memiliki dimensi yang tidak bisa semata-mata diserahkan kepada mesin. Pertimbangan etika menjadi penting ketika hasil analisis AI digunakan dalam pengambilan keputusan.