Logo Bloomberg Technoz

Isu Kapasitas Listrik Rawan Jadi Aral Program Kompor Listrik 2027

Sabrina Mulia Rhamadanty
20 August 2026 13:20

Ilustrasi kompor listrik (Envato)
Ilustrasi kompor listrik (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai kendala utama dalam program konversi LPG 3 kg menjadi kompor listrik terletak pada kapasitas listrik rumah tangga di Indonesia, bukan pada kesiapan teknologinya.

"Permasalahannya bukan pada teknologinya, melainkan pada desain kebijakannya untuk mempertimbangkan kemampuan listrik rumah tangga," ujar Yusuf saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Dia mengingatkan kegagalan atau pembatalan program kompor listrik yang sempat terjadi pada 2022 harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah.


Menurutnya, pemaksaan penggunaan kompor listrik tanpa memperhitungkan batas daya terpasang di kelompok masyarakat berpenghasilan rendah justru akan memberatkan penerima manfaat.

"Saat 2022 itu banyak rumah tangga berdaya rendah tidak bisa menggunakan kompor induksi tanpa menambah kapasitas listrik, sehingga manfaatnya tidak sesuai dengan kondisi masyarakat. Untuk program kompor listrik, pelajaran dari 2022 sangat jelas," tegasnya.

Ilustrasi kompor listrik. (Envato/balls340)