Logo Bloomberg Technoz

KEMENTERIAN BARU

Kemenko Bahlil Didesak Batasi Investasi Industri 'Setengah Jadi'

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 October 2026 19:30

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Bloomberg Technoz/Sabrina Mulia)
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Bloomberg Technoz/Sabrina Mulia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Center of Economic and Law Studies (Celios) mendesak Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi tak berfokus mengundang investasi industri intermediate, tetapi mendorong pengembangan industri hingga ke sektor hilir untuk meningkatkan nilai tambah.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menekankan investasi yang lebih hilir sangat dibutuhkan dalam pengembangan hilirisasi mineral kritis. Dia mencontohkan di sektor nikel, investasi tak cukup diarahkan pada industri pengolahan primer seperti feronikel (FeNi) atau nickel pig iron (NPI).

Bhima berharap Kemenko baru yang dipimpin Bahlil Lahadalia tersebut bakal mendorong investasi di sektor nikel dapat mencapai ke level midstream seperti prekursor baterai atau bahkan dapat lebih hilir lagi.


"Untuk hilirisasi perlu dilakukan dorongan untuk melakukan value up atau menaikkan nilai tambah di rantai pasok terutama untuk hilirisasi mineral kritis dengan tata kelola lingkungan yang lebih bagus ke depannya," kata Bhima ketika dihubungi Bloomberg Technoz, Senin (5/10/2026).

"Jadi investasi yang masuk bukan hanya investasi di sektor hilirisasi olahan primer seperti feronikel atau nikel pig iron, tapi sudah mulai mendorong atau menarik investasi di rantai pasok tengah terutama untuk prekursor baterai," tegas Bhima.