BI Dorong Satu Himbara Jadi Bank Kliring Renminbi di Q4-2026
Pramesti Regita Cindy
20 August 2026 11:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia menargetkan operasional Bank Kliring Renminbi (RMB) paling lambat dimulai pada Kuartal IV-2026. Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono dalam hasil RDG BI edisi Agustus, Rabu (19/8/2026) kemarin.
Thomas menyebut pihaknya juga mendorong keterlibatan satu bank pelat merah dari kelompok Himpunan Bank Milik Negara atau dalam hal ini Himbara, selain telah memastikan bahwa Bank sentral China, People's Bank of China (PBoC) sebagai bank kliring renminbi pertama di Indonesia.
"[Keterlibatan satu bank Himbara] saat ini sedang melalui proses administrasi, jadi nanti akan ada dua kliring agreement di Indonesia," kata Thomas, dikutip Kamis (20/8/2026).
Untuk diketahui, penunjukkan bank kliring renminbi ini mengacu pada Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 24 Tahun 2026 yang diterbitkan BI pada 14 Agustus 2026 mengenai pemberian rekomendasi bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).
Lebih lanjut, ia menjelaskan kebijakan kliring renminbi sejatinya sebagai upaya bank sentral untuk melakukan pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas) sekaligus mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
































