BI Waspadai Keluarnya Dana Asing Imbas Kenaikan Suku Bunga AS
Pramesti Regita Cindy
30 September 2026 19:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mewaspadai potensi kenaikan suku bunga The Fed usai Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan menaikkan suku bunga acuan ke kisaran target 3,75%–4,00% pertengahan September yang lalu.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan bahwa keputusan The FED dalam menaikkan suku bunga terjadi imbas tingginya inflasi Amerika Serikat (AS).
“Kemudian terkait dengan penyelesaian di Selat Hormuz yang up and down mengakibatkan terjadinya gangguan terhadap supply chain terkait dengan energi,” kata Erwin dalam taklimat BI, Rabu (30/9/2026).
Hal ini menyebabkan harga minyak naik, sehingga transmisi kenaikan harga minyak tersebut dapat memperbesar inflasi yang berpotensi membuat The Fed menaikkan suku bunga kembali.
“Begitu inflasinya lebih tinggi orang melihat Amerika akan merespon even mereka sudah baca di akhir tahun suku bunga naik satu kali mereka bisa melihat 2027 suku bunganya naik beberapa kali lagi,” kata Erwin.



























