Logo Bloomberg Technoz

BI Sebut SRBI Masih Menarik bagi Investor Asing Meski Yield Turun

Pramesti Regita Cindy
30 September 2026 18:00

Ilustrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (Diolah)
Ilustrasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia menuturkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI tetap menarik bagi investor asing meski imbal hasil (yield) instrumen tersebut telah turun hampir 100 basis poin (bps).

Hal tersebut disampaikan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam agenda Taklimat BI di Jakarta, Rabu (30/9/2026). 

"Jadi kalau kita lihat dari sisi yield itu tertinggi kan pernah 7,74% sekarang terakhir hari jumat, [25 September] kemarin kami lelang [SRBI] kita sudah berada di 6,76% sudah hampir 100 basis poin kita kalibrasi," kata Erwin. 


Lebih lanjut, ia juga menuturkan secara bertahap BI turut menyesuaikan volume SRBI. Tercatat posisi pinjaman SRBI berkurang dari level tertingginya sebesar Rp1.096,86 triliun pada 15 Juli 2026 menjadi Rp1.028,15 triliun pada 28 September 2026.

Meski yield SRBI telah turun, Erwin mengatakan instrumen tersebut masih menarik bagi investor asing karena adanya insentif yang diberikan BI berupa underlying untuk memperoleh insentif lindung nilai atau hedging.