"Per Juli data yang aktual yang sudah kita terima demand untuk permintaan renminbi di pasar domestik sudah mencapai setara US$38,9 miliar." Sehingga menurutnya, angka tersebut sudah mendekati proyeksi internal BI untuk permintaan renminbi dalam satu tahun yang diperkirakan mencapai sekitar US$40 miliar.
Dengan demikian, keberadaan bank kliring renminbi, diungkapnya menjadi penting sejalan dengan kian meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China.
Sebagai informasi saja, kliring bank merupakan proses penyelesaian utang piutang atau transfer data keuangan antarbank secara elektronik atau menggunakan warkat (seperti cek dan bilyet giro) yang perhitungannya dikoordinasikan dan diselesaikan pada waktu tertentu.
(prc/ell)
































