BI Rate Diproyeksi Ditahan, Ekonom Beberkan 4 Alasannya
Redaksi
18 August 2026 18:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia diperkirkan akan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2026, dengan suku bunga Deposit Facility 4,75% dan Lending Facility 6,50%.
“Saya melihat keputusan terbaik saat ini bukan menaikkan ataupun menurunkan suku bunga, melainkan memberi waktu bagi kenaikan kumulatif 100 basis poin pada Mei–Juni untuk bekerja, sembari BI tetap agresif menjaga rupiah melalui intervensi valas, SRBI, pengelolaan likuiditas, dan instrumen makroprudensial,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, Selasa (18/8/2026).
Hal ini tercermin pada RDG BI bulan lalu yang menilai kenaikan 100 basis poin tersebut untuk sementara telah cukup untuk menjaga stabilitas rupiah dan ekspektasi inflasi.
Alasan pertama, kata Josua inflasi domestik tidak memberikan alasan bagi BI untuk menaikkan suku bunga lagi. Inflasi Juli justru mencatat deflasi 0,14% secara bulanan dan turun menjadi 2,88% secara tahunan dari 3,34% pada Juni.
Sementara itu, inflasi inti juga stabil di 2,76%, sehingga keduanya masih nyaman di dalam sasaran 2,5±1%. Bahkan pemulihan permintaan domestik masih bertahap, tercermin dari pertumbuhan kredit konsumsi yang belum terlalu kuat.



























